Connect with us

SKI News

Darah Tak Bisa Nunggu! PMI Ponorogo Kejar Target 1.800 Kantong, Tim Donor Keliling Gas Jemput Pendonor

Published

on

Petugas PMI Kabupaten Ponorogo melayani warga yang mengikuti kegiatan donor darah keliling. Program jemput bola terus digencarkan untuk memenuhi target 1.800 kantong darah selama Juli 2026 sekaligus menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan. Foto: Suarakumandang.com/Priya.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO.  Kebutuhan darah di Kabupaten Ponorogo terus meningkat. Untuk memastikan stok tetap aman, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo menggenjot program donor darah keliling dengan target mengumpulkan 1.800 kantong darah selama Juli 2026.

Program jemput bola tersebut dilakukan dengan mendatangi desa, sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, pondok pesantren hingga berbagai komunitas. Langkah ini diharapkan mampu memudahkan masyarakat mendonorkan darah tanpa harus datang ke Unit Donor Darah (UDD) PMI.

Kepala UDD PMI Kabupaten Ponorogo, dr. Barunanto Ashadi, mengatakan kebutuhan darah di Ponorogo mencapai sekitar 60 kantong per hari atau sekitar 1.800 kantong setiap bulan. Stok tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasien thalassemia, korban kecelakaan lalu lintas, ibu melahirkan dengan komplikasi perdarahan, hingga pasien yang menjalani operasi besar di sejumlah rumah sakit.

“Dalam sehari PMI membutuhkan sedikitnya 60 kantong darah atau sekitar 1.800 kantong setiap bulan. Yang paling sulit didapatkan adalah golongan darah AB, sedangkan golongan darah A, B, dan O relatif lebih tersedia,” ujar Barunanto, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi PMI bukan hanya tingginya kebutuhan darah, tetapi juga masih rendahnya jumlah pendonor aktif. Salah satu penyebabnya adalah masih adanya masyarakat yang takut mendonorkan darah karena khawatir dengan jarum suntik.

Untuk mengatasi hal tersebut, PMI Ponorogo terus memperluas layanan donor darah keliling dengan mendatangi berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Kami lebih sering melakukan jemput bola. Kami mendatangi Kodim, Polres, pondok pesantren, perusahaan, sekolah, hingga berbagai komunitas seperti Pramuka, karang taruna, dan komunitas motor,” jelasnya.

PMI Ponorogo berharap semakin banyak masyarakat bersedia menjadi pendonor sukarela. Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah, satu kantong darah yang didonorkan dapat menjadi harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan pertolongan medis setiap hari.*

Jurnalis: Priyam.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *