Connect with us

SKI News

Rocky Gerung Cari Nasi Pecel Di Sarangan, Malah Kalah Jam, “Adanya Pagi Hari,” Katanya Sambil Tertawa

Published

on

WAWANCARA: Pengamat politik Rocky Gerung memberikan keterangan kepada awak media usai menjadi narasumber dalam Soekarno Talk-In bertajuk Bedah Buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z di Aula Wisma Perjuangan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Minggu (28/6/2026).

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN . Sebelum mengisi Soekarno Talk-In bertajuk Bedah Buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z, pengamat politik Rocky Gerung memanfaatkan waktu luangnya dengan singgah ke kawasan wisata Telaga Sarangan, Minggu (28/6/2026).

Rocky bersama rombongan tiba di Magetan sekitar pukul 15.30 WIB.

Mengingat agenda diskusi baru dimulai pukul 19.00 WIB di Aula Wisma Perjuangan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, ia memilih menikmati suasana sejuk Sarangan.

Di sela kunjungannya, Rocky sempat berburu kuliner khas Madiun, yakni nasi pecel.

Namun, keinginannya belum terwujud lantaran sebagian besar penjual nasi pecel hanya melayani pembeli pada pagi hingga menjelang siang.

“Sayang, nasi pecel adanya pagi hari,” ujar Rocky sambil tertawa.

Menurut rombongan yang mendampinginya, Rocky sengaja mencari nasi pecel karena mumpung berada di Magetan yang berbatasan dengan Kota Madiun, daerah yang terkenal dengan kuliner pecelnya.

Meski batal menikmati nasi pecel, momen santai tersebut menjadi selingan sebelum Rocky tampil sebagai narasumber bersama Airlangga Pribadi Kusman dalam Soekarno Talk-In yang dihadiri ratusan kader PDI Perjuangan, mahasiswa, dan masyarakat.

Dalam forum itu, Rocky mengajak generasi muda memahami Marhaenisme sebagai jalan pikiran yang mendorong lahirnya budaya berpikir kritis dan ruang diskusi yang sehat.

Jurnalis: Tim Redaksi.