SKI News
JPL 07 Mau Ditutup Permanen, Warga Tebon–Bogorejo Langsung Bergerak, Pemkab Magetan Turun Cari Solusi

Suasana audiensi antara Pemerintah Kabupaten Magetan, Forkopimca Barat, serta perwakilan warga terkait pembahasan solusi penutupan JPL 07 di Pendapa Surya Graha, Jumat (22/5/2026). Pertemuan membahas akses warga Tebon dan Bogorejo yang terdampak rencana penutupan perlintasan kereta api.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Polemik penutupan JPL 07 di Kecamatan Barat bikin warga Tebon dan Bogorejo was was.
Jalur perlintasan kereta api selama ini jadi akses utama warga menuju sawah, sekolah, hingga makam itu rencananya akan ditutup permanen sebagai bagian penataan perlintasan sebidang oleh pihak KAI.
Nggak tinggal diam, warga bersama pemerintah kecamatan akhirnya menggelar audiensi bareng Pemrintah kabupaten Magetan di Pendapa Surya Graha, Jumat (22/5/2026).
Audiensi tersebut dihadiri langsung Bupati Magetan Nanik Sumantri, Sekdakab Magetan, OPD terkait, Camat Barat, Forkopimca Barat, Kepala Desa Bogorejo, hingga Lurah Tebon.
JPL 07 berada di KM 175+775 itu selama ini jadi jalur penting penghubung Kelurahan Tebon dan Desa Bogorejo.
Makanya, saat muncul rencana penutupan permanen, warga langsung bereaksi.
Soalnya kalau akses itu benar-benar ditutup, warga harus memutar cukup jauh lewat jalur utama yang sering padat kendaraan.
Camat Barat Ari Budi menjelaskan, pihak KAI Daop 7 tetap menginginkan penutupan karena sudah masuk prosedur keselamatan perlintasan kereta api.
Namun di sisi lain, masyarakat berharap jalur tersebut tetap dibuka karena menyangkut aktivitas harian warga.
“Warga menolak karena itu akses utama menuju persawahan, antar anak sekolah, dan jalan menuju makam,” terang Ari Budi.
Sempat ditutup beberapa hari, hasil audiensi akhirnya memutuskan JPL 07 dibuka kembali sementara mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Tapi ada catatan penting.
Pemerintah desa dan kelurahan diminta ikut bertanggung jawab menyediakan pos penjagaan dan petugas jaga perlintasan demi keamanan pengguna jalan.
“Kepala Desa Bogorejo dan Lurah Tebon bersedia membuat surat pernyataan kesanggupan menyediakan posko jaga dan penjaga perlintasan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, bukan menjadi tanggung jawab regulator maupun operator,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Sumantri mengatakan keputusan pembukaan sementara diambil agar aktivitas warga tetap berjalan sambil menunggu solusi permanen bersama pihak KAI.
“Jalur ini dibuka tutup sementara sesuai ketentuan sambil menunggu solusi yang akan dirapatkan kembali bersama KAI. Selanjutnya solusi pembuatan jalan baru akan kami koordinasikan dengan dinas terkait,” ujar Bupati Nanik.
Dalam rapat tersebut juga muncul opsi pembukaan jalan alternatif baru. Namun rencana itu masih menunggu izin resmi dari pihak perkeretaapian.
Untuk sementara, warga masih diperbolehkan melintasi JPL 07 dengan pengawasan dan aturan yang telah disepakati bersama.
Jurnalis: Tim Redaksi.
