SKI News
Tragedi Kecelakaan KA Malioboro Ekspres Polres Magetan Periksa 7 Saksi, Salah Satunya Penjaga Palang Pintu

Proses pemeriksaan terhadap petugas KAI di ruang penyidik Polres Magetan.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Tragedi kecelakaan yang melibatkan kereta api Malioboro Ekspres dan tujuh sepeda motor yang mengakibatkan 4 orang tewas dan 4 luka pada Senin (19/5/2025) kini tengah pada hari kedua diselidiki oleh Polres Magetan.
Kapolres Magetan Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan pihaknya pada hari kedua sudah melakukan pemeriksaan ke tujuh saksi sekaligus, di antaranya Pimpinan Daop 7 Madiun.
“Antara lain saksi petugas kereta api, masyarakat, polisi kereta api, masinis serta asisten masinis kereta api Malioboro Ekspres,” ucapnya.
Dalam hal ini, pihak Polres Magetan juga memintai keterangan dari Pimpinan Daop 7 Madiun.
“Jadi pada kesempatan ini kami sampaikan, pemberlakuan proses penyidikan akan berlaku sama kepada siapa saja,” jelas Erik.
Dalam penyidikan tersebut dipastikan tidak ada pihak-pihak yang tidak tersentuh dan lain sebagainya. “Alhamdulillah semua sudah kita mintai keterangan,” terangnya
Selanjutnya pihak Polres Magetan akan memadukan hasil pemeriksaan saksi-saksi dengan hasil olah TKP.
Dalam olah TKP pihak Polres Magetan melakukan penyidikan menggunakan
Traffic Accident Analysis (TAA) yang dilakukan oleh Polda Jatim.
“Dengan saintific identification yang kita miliki nanti di Polda Jawa Timur kita bisa menggambarkan secara tiga dimensi bagaimana posisi saat kecelakaan terjadi,” urai Raden.
Namun saat disinggung terkait kelalaian penjaga palang pintu perlintasan kereta api,
Kapolres Magetan menjelaskan hal tersebut menjadi salah satu upaya polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam hal ini pihak Polres Magetan mohon waktu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut supaya dari hasil penyidikan lebih lengkap dan benar.
Sementara itu, Rokhmad Maki Zainul Manager Humas Daop 7 Madiun mengatakan, bahwa pihak Daop 7 Madiun menyampaikan turut berduka cita atas tragedi kecelakaan di perlintasan kereta api di Kecamatan Barat .
“Dalam penanganan terkait musibah ini kita satu pintu pak. Seperti yang disampaikan oleh bapak kapolres tadi,” kata Zainul dengan singkat. Selasa,(20/5/2025) usai menghadiri acara penyerahan santunan kepada korban di Pendopo Surya Graha Magetan.
Sedangkan pihak Jasa Raharja telah memberikan santunan kepada 9 korban .
4 meninggal dunia masing-masing mendapat santunan Rp 50 juta dan lainnya yang luka-luka mendapat santunan Rp 21.500.000,-
“Sesuai data dari Satlantas Polres Magetan pihak kita menerima 5 korban luka-luka dan 4 meninggal dunia,” jelas Kemal Karman Kamarudin Kepala Jasa Raharja Cabang Madiun.
Korban luka-luka, tiga dirawat di rumah sakit dan satu rawat jalan. “Namun apabila korban melakukan pengobatan berlanjut pihak kami tidak mengurangi haknya, kami persilakan untuk melakukan pemeriksaan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Senin, (19/5/2025) sekitar pukul 12.49 WIB telah terjadi sebuah kecelakaan di perlintasan kereta api sebelah barat Stasiun Magetan mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 5 mengalami luka.
Jurnalis: Tim Redaksi.
