Setoran Parkir Mencekik,LSM dan Jukir Luruk Dewan

HASIL PERTEMUAN: Ketua DPRD Kota Madiun Istono bersama sejumlah anggota DPRD lainnya menyampaikan hasil pertemuan dengan perwakilan massa.

Suarakumandang.com,BERITA MADIUN.Gabungan sejumlah LSM dan juru parkir di Kota Madiun merasa keberatan dengan naiknya setoran parkir hingga 4-10 kali lipat dari sebelumnya. Kenaikan itu mulai per 1 Februari 2019 lalu, sejak pengelola parkir di Kota Madiun beralih. Massa berjumlah sekitar 110 orang itu berkumpul dari Alun-alun Selatan Kota Madiun, lalu menyusuri jalanan menuju gedung DPRD setempat.

“Jika sebelumnya, pada hari-hari biasa setoran parkir Rp 25 ribu, dikala ramai menjadi Rp 40 ribu terasa tidak berat. Sejak 1 Februari lalu menjadi Rp 80 ribu, tanpa mengenal musim hujan atau tidak wajib setor sebesar itu,” ujar seorang juru parkir, sembari disambut yel-yel juru parkir turunkan setoran.

Bahkan, lokasi parkir lain kenaikan ada mencapai 10 kali lipat, hal itu dirasakan memberatkan dan berharap keputusan itu dianulir. “Kami sudah sampaikan keluhan itu, jika ada penurunan setoran hanya Rp 5 ribu. Lalu, kami diancam silahkan keluar dari juru parkir,” ujar juru parkir lainnya.

Sejumlah poster berisikan Setoran Parkir Meroket,  Mencekik Kami, Turunkan Setoran Parkir Yang Manusiawi dan lainnya. Selanjutnya, massa bergerak menuju gedung DPRD Kota Madiun menaiki motor, sambil membawa poster dan spanduk bernada kecaman terus disuarakan massa. Dalam aksinya, mereka dikawal aparat Polres Madiun Kota, Kodim 0803 Madiun, Sat Pol PP dan lainnya.

Setiba didepan di Jalan Perintis Kemerdekaan atau depan gedung DPRD Kota Madiun, sejumlah perwakilan massa melakukan orasi. Setelah orasi, sejumlah perwakilan ditemui Ketua DPRD Kota Madiun Istono bersama sejumlah anggota DPRD lainnya.

“Kami intinya merasa keberatan atas naik tajamnya setoran parkir, sebab terasa memberatkan para juru parkir. Bagaimana rekan-rekan juru parkir ?,” ujar Misnanto seorang perwakilan disambut teriakan memberatkan

Sejumlah anggota DPRD Kota Madiun hadir memiliki kesamaan pendapat, sementara hanya bisa menampung persoalan itu. Lalu, diteruskan dengan memanggil pengelola parkir saat  ini yaitu PT  Jatimonggal Permai dan  pihak terkait lainnya.

Perwakilan massa juga meminta agar dewan merespon cepat persoalan tengah dialami para juru parkir serta meminta diikutsertakan dalam pertemuan dengan pihak pengelola parkir baru maupun instansi terkait. Usai pertemuan, Ketua dan anggota DPRD Kota Madiun, Istono menyanggupi langsung menemui para pengunjuk rasa berada di halaman gedung DPRD Kota Madiun.

“Kami sudah sampaikan langkah-langkah bisa dilakukan dewan, jadi perlu waktu untuk mendengarkan dari pengelola parkir baru dan pihak terkait. Saya hanya bisa janji secepatnya merespon hal ini,” ujar Istono. Merasa puas, akhirnya massa membubarkan diri kembali ke titik awal dan bubar. Basuki.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.