Connect with us

SKI News

Pengunjung Kaget Bambu Bisa Jadi Kain, DLHP Kenalkan Potensi Ekonomi Hijau di Festival Bambu Magetan

Published

on

Ayunda menunjukkan kaos berbahan serat bambu saat mengunjungi Festival Bambu Magetan di halaman GOR Ki Mageti. Ia mengaku terkejut mengetahui bambu yang selama ini identik dengan bahan bangunan dan kerajinan ternyata dapat diolah menjadi kain yang lembut, nyaman, dan bernilai ekonomi tinggi.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Bambu ternyata tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan atau kerajinan.

Di Festival Bambu Magetan yang digelar di halaman GOR Ki Mageti mulai 12 hingga 21 Juli mendatang, pengunjung diperkenalkan dengan berbagai produk inovatif berbahan bambu, salah satunya kain Bamboo Cotton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Saifi Muchlisun mengatakan festival tersebut digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bambu memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola dan dikembangkan secara kreatif.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa bambu bukan hanya tanaman biasa. Jika diolah dengan baik, bambu memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat menjadi peluang usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Saifi.

Menurutnya, pemanfaatan bambu juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan karena merupakan sumber daya yang dapat diperbarui dan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah produk Bamboo Cotton, yaitu bahan tekstil yang dibuat dari perpaduan serat bambu alami dan kapas berkualitas tinggi.

Produk tersebut dikenal memiliki tekstur lembut, nyaman di kulit, serta memiliki kemampuan menyerap dan melepaskan kelembapan dengan baik.

Pengunjung festival, Ayunda, mengaku terkejut setelah mengetahui bambu dapat diolah menjadi bahan kain.

“Saya kaget ternyata bambu bisa dijadikan kain. Selama ini tahunya bambu hanya untuk kerajinan atau bangunan. Setelah melihat penjelasannya, ternyata bahannya lembut dan memiliki banyak manfaat,” katanya.

Festival Bambu Magetan tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai berbagai inovasi berbahan bambu yang berpotensi meningkatkan perekonomian sekaligus mendukung pembangunan yang ramah lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, DLHP berharap semakin banyak masyarakat yang melihat bambu sebagai komoditas bernilai tambah dan peluang usaha yang dapat dikembangkan di masa depan.**

Jurnalis: Cahyo.