Connect with us

SKI News

Gerakan Pangan Murah, Upaya Stabilkan Harga Sembako di Wilayah Ngawi

Published

on

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyapa sekaligus berdialog dengan pelaku UMKM saat meninjau Gerakan Pangan Murah di sisi timur Alun-Alun Merdeka Ngawi. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat UMKM sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.

Suarakumandang.com. BERITA NGAWI. Kembali digelar “Gerakan Pangan murah”, di Ngawi, selain masih dalam rangkaian hari jadi Ngawi ke 688 tahun 2026, juga dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Berlangsung di jalan serong timur Alun-alun Merdeka Ngawi, Pukul 07.30 – selesai dan terbuka untuk umum.

Pantauan di lapangan, masyarakat Ngawi sangat antusias dengan digelarnya Gerakan Pangan Murah tersebut, dimana kurang dari 3 jam, hampir semua komoditi yang dijajakan habis dibeli masyarakat.

Dwi Rianto Jatmiko, Wakil Bupati Ngawi, dalam keterangannya kepada awak media mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah tersebut merupakan upaya rutin atau periodik setiap minggu yang dilakukan Pemkab Ngawi, melalui Dinas pertanian dan Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja, yang bertujuan menstabilkan daya beli masyarakat sehingga dapat menekan terjadinya inflasi.

Lebih lanjut ditambahkan Dwi Rianto, bahwa Gerakan Pangan Murah tidak hanya penekanan di wilayah perkotaan saja, namun demikian juga di berbagai wilayah di semua kecamatan, dengan jumlah lebih dari 20 titik.

Selain itu, dilakukan intervensi terhadap komoditi yang dominan pada satu daerah, untuk memenuhi pasokan sembako di wilayah yang lain, sebagai contoh wilayah atas seperti Sine dan Ngrambe diintervensi komoditi sayur dan buahnya untuk dipasok ke wilayah kota.

Sementara untuk komoditi yang diperjualbelikan pada Gerakan Pangan Murah, meliputi Beras SPHP 56.000/kg, beras medium 57.000/kg, Gula polos 16.500/kg, minyak kita 15.700/botol, Minyak goreng Sania 19.500/liter, cabe rawit 36.000/kg, cabe tampar 28.000/kg, telur 21. 000/kg, daging ayam 30.000/kg, bawang merah 30.000/kg, bawang putih 31.000/kg,dan lele 23.000/kg serta aneka sayur dan buah.

Hadir stake holder yang mendukung Gerakan Pangan Murah, di antaranya petani milenial Kabupaten Ngawi, toko tani indonesia, sumber sarana sentosa, penguin indo logistic Ngawi, DTS , bumona, Serena, Mega kitchen, perhimpunan UMKM Ngawi (Pun), peternak ayam bu tutut, peternak lele pak gendut, peternak telur pak rochim, rumah sembako mbak hesty, pedang pasar besar bu parti, serta Bank Jatim dan Bank Syariah Ngawi.

Selanjutnya diharapkan dengan Gerakan Pangan Murah yang periodik dilaksanakan tersebut, dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.*

Jurnalis: Ahmad Hakimin.

Gerakan Pangan Murah, Upaya Stabilkan Harga Sembako di Wilayah Ngawi