Connect with us

SKI News

KAI Daop 7 Tak Tinggal Diam, Sambangi Keluarga Korban dan Korban Selamat Usai Insiden KA Logawa di Bagor

Published

on

Karangan bunga sebagai ungkapan duka. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mengirimkan karangan bunga ke rumah duka sebagai bentuk belasungkawa dan empati atas wafatnya korban insiden KA Logawa di JPL 103, Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Dukungan tersebut menjadi wujud kepedulian KAI kepada keluarga yang tengah berduka.

Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Di tengah duka akibat insiden temperan KA Logawa di JPL 103, Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menunjukkan kepeduliannya.

Dirilis dari Humas Daop 7 Madiun, jajaran manajemen turun langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal sekaligus memberikan dukungan kepada korban yang masih menjalani perawatan, Jumat (10/7/2026).

Vice President Daop 7 Madiun Ali Afandi didampingi Deputy Alam Prasetyo beserta jajaran manajemen mengunjungi kediaman almarhum Tabah Nur Arriski.

Kehadiran mereka bukan hanya untuk menyampaikan duka cita, tetapi juga memberikan dukungan moril dan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan bentuk empati atas musibah yang dialami keluarga korban.

“Kehadiran kami hari ini bukan sekadar menjalankan tugas perusahaan, tetapi sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka yang dialami keluarga. Tidak ada kata yang mampu menghapus rasa kehilangan, namun kami berharap kehadiran kami dapat menjadi penguat bahwa keluarga tidak menghadapi musibah ini sendirian,” ujarnya.

Tak hanya kepada keluarga korban meninggal, perhatian KAI Daop 7 Madiun juga diberikan kepada korban selamat.

Secara terpisah, Manager Kesehatan Daop 7 Madiun mengunjungi Djamiran yang masih menjalani perawatan di RSUD Nganjuk akibat luka-luka yang dialaminya.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus memberikan dukungan moril agar proses pemulihannya berjalan optimal.

“Doa kami menyertai almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Sementara bagi Bapak Djamiran, kami berharap segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” kata Tohari.

Sementara itu, KAI Daop 7 Madiun menegaskan proses penanganan insiden masih terus berjalan. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan aparat dan instansi terkait untuk mengusut penyebab kejadian sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh.

Tohari menjelaskan, hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan perbaikan guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap rambu, kewaspadaan, dan kepedulian seluruh pengguna jalan menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” pungkasnya.*

Jurnalis: Tim Redaksi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *