SKI News
Pembersih Jalanan Magetan Kota Yang Tak Pernah Terlihat

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Akhir-akhir ini masyarakat Magetan setiap pagi saat akan berangkat aktivitas sudah disajikan dengan keadaan Kota Magetan yang bersih dan nyaman.
Siapa lagi kalau bukan mereka yang selama ini sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.
Seperti salah satu Riyanto (35), mereka bekerja sebagai tukang sapu sampah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan sudah 6 tahun lamanya.
Pekerjaannya sehari-hari dijalani mulai pukul 04.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB. ”Minimal jam 6 pagi Magetan harus bersih dari sampah khususnya daun-daun kering,” ujar Riyanto kepada jurnalis Suara Kumandang, Senin, (27/04/2020).
“Alasan jam 6 pagi harus bersih kata Kepala Dinas-nya biar masyarakat Magetan yang saat berangkat kerja tambah semangat karena melihat kotanya bersih, tujuan lain Magetan selalu bersih dan nyaman,”kata Riyanto.
Pria yang tinggal di Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini membersihkan sampah dalam satu hari 2 kali, yakni pagi dan sore, ”Saya bersama kedua teman saya bagian Jalan Imam Bonjol dan Jalan Kelud. Kalau pagi jam 4 sampai jam 6 sedangkan siang jam 11 sampai jam 4 sore,” jelasnya.
“Kalau jumlah tukang sapu sekitar ada 80-an mas, itu tukang sapu lho, tapi secara rincinya saya nggak tahu mas, jare sampean takok ning bos’e aku wedi ra wani nek salah,” jujur Riyanto.
Saat ditanya pernah melihat masyarakat yang membuang sampah sembarangan, Riyanto mengaku pernah, namun dia memilih diam dan membersihkan. ”Pernah mas, kalau nggak salah bungkus rokok, orang itu membuang sambil mengendarai motor,” ucapnya.
Riyanto bukan pegawai Negeri Sipil (PNS) di DLH Kabupaten Magetan, pekerjaan sebagai tukang sapu sampah tak banyak orang mengenalnya.
Saat disinggung pandemik Virus Corona, Riyanto mengaku harus hati-hati. ”Corona ya takut, tapi yang penting pakai masker habis itu mandi yang bersih,” akunya.
Di bulan puasa ini, bekerja di bawah terik matahari tak membuatnya untuk patah semangat, Riyanto tetap menjalankan ibadah puasanya. ”Alhamdulilah puasa mas, dan sampai saat ini masih kuat,” katanya.
Meski begitu, Riyanto tetap bersyukur karena saat ini masih banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan. “Kerja apalagi mas, saya bersyukur dengan pekerjaan seperti ini, apalagi saat seperti ini, sulit mencari pekerjaan sesuai dengan keinginan kita,” ungkapnya.
Sementara setiap sampah yang dikumpulkan lalu dibuang ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara). ”Ada bagian sendiri, saya bersama dua teman saya hanya membersihkan di jalan dan trotoar dan mengumpulkan lalu dibawa sama truk sampah,” pungkasnya.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.
