SKI News
Penjagaan Diperbatasan Magetan Diperketat, Tak Pakai Masker Balik Kanan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Semenjak bertambahnya pasien COVID 19 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur berjumlah 4 orang, Pemerintah mulai memperketat pengamanan diperbatasan Kabupaten Magetan. Tepatnya di Desa Tunggur, Kecamatan Lembeyan yang melibatkan TNI, Polri, tim medis, BPBD, Perangkat Desa Tunggur, Kecamatan Lembeyan.
Sono Keling Kepala Desa Tunggur mengatakan bahwa penjagaan ini tak perduli yang lewat itu pejabat, tetangga, teman akrab jika masuk wilayah Kabupaten Magetan harus memakai masker. ”Penjagaan kami ketatkan setelah malam tadi kami membaca berita wilayah Kabupaten Magetan telah menambah jumlah pasien COVID 19 total 14 orang,” ujar Sono keling, Kamis, (23/04/2020).
“Ini kami lakukan untuk kesehatan bersama, jadi siapa saja yang masuk wilayah Kabupaten Magetan jika tidak memakai masker saya suruh balik,” tegasnya.
Tugas pokok kami selain mewajibkan warga memakai masker, warga yang masuk Kabupaten Magetan harus melalui cek kesehatan dengan alat pengukur suhu tubuh dan menyemprot kendaraanya dengan disinefektan.
“Pada awalnya dulu saat lewat di perbatasan kabupaten Magetan dengan Kabupaten Ponorogo masyarakat yang tidak memakai masker kami beri secara gratis, tapi saat ini tidak, sebab masker saat ini bukan barang langka lagi,”katanya.
Pada hari sebelumnya petugas medis dari puskesmas Lembeyan telah mencatat 31 warga yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat celsius. Dari ke 31 orang tersebut oleh pihak medis diberi himbuan supaya tidak melakukan aktifitas di luar dan istirahat dirumah.
Sementara itu, untuk pendataan pihak medis juga melakukan pencatatan identitas warga yang memiliki suhu tubuh 38 derajat Celsius.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.
