Connect with us

SKI News

Pedagang Sayur Magetan Minta “libur” Bayar Retribusi

Published

on

Kondisi pedagang atau pelaku usaha di pasar Sayur Magetan yang sepi karena virus corona

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Sedikitnya 2000 pelaku usaha di pasar sayur Magetan yang terletak di kelurahan Sukowinangun, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur rata-rata mengalami penurunan omset sebesar 40 persen akibat dampak covid 19 atau virus corona.

Bahkan, saking sepinya pembeli, ketua Paguyupan Pedagang sayur Asis akan membuat surat kepada Bupati Magetan minta untuk meliburkan sementara pembayaran retribusi .

“Ini baru akan membuat surat kepada bupati minta untuk libur bayar retribusi. Rencana hari senin surat ini akan saya sampaikan terkait minta libur sementara bayar retribusi,”ujar Asis.

Menurutnya, alasan minta libur sementara,  karena mereka (pelaku usaha-red) sangat merasakan dampak dari virus corona atau covid 19. ”Semua sepi, banyak yang tidak berdagang. Kalau semua masuk jumlahnya ada kurang lebih 3000 pelaku usaha, namun karena kondisi seperti ini yang masuk hanya sekitar 2000 pelaku usaha saja,”kata Asis, Sabtu, (11/04/2020).

“Dampak covid 19 dan virus corona, rata-rata mereka mengalami penurunan omzet sekitar 30 sampai 40 persen,”jelas Asis kepada jurnalis suara kumandang.

Dijelaskan, penarikan retribusi jumlah uangnya bervariasi, ada yang perhari Rp 4.000 sampai Rp 10.000.”Semua itu tinggal lapak yang ditempati, kalau yang ditempati lebih besar tentunya bayar retribusinya juga lebih besar,”kata Aziz.

“Bayar ritribusi  lapak atau ruko permeter juga bervariasi mulai dari Rp 200 sampai Rp 300 permeter. Kalau tempat saya 4 meter  x 4 meter  = 16 meter . Satu meternya Rp 250. Jadi setiap hari bayar eitribusi Rp 4.000,”ucap Aziz.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.