SKI News

Tak Sekadar Santunan, Yayasan Berkah Srikandi Abadi Kuliahkan Anak Yatim Demi Putus Rantai Kemiskinan

Published

on

Pendiri Yayasan Berkah Srikandi Abadi, Sugeng Hariyono (Kaji Sugeng), memberikan santunan dan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yatim dalam kegiatan sosial di Pendopo Godang, Desa Patihan Kidul, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Senin (6/7). Program ini bertujuan membuka akses pendidikan hingga perguruan tinggi sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Santunan tak selalu berhenti pada pemberian uang atau sembako. Yayasan Berkah Srikandi Abadi di Kabupaten Ponorogo memilih langkah yang lebih jauh dengan menginvestasikan masa depan anak-anak yatim melalui program beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sedikitnya 250 anak yatim mendapat santunan rutin dari yayasan yang berlokasi di Lingkungan Godang, Desa Patihan Kidul, Kecamatan Siman.

Dari jumlah tersebut, 125 anak berusia di bawah 12 tahun, sedangkan sisanya merupakan anak usia di atas 12 tahun, mulai jenjang SMP hingga mahasiswa.

Pendiri Yayasan Berkah Srikandi Abadi, Sugeng Hariyono, mengatakan program tersebut merupakan upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Bahkan, bagi anak yatim yang berprestasi, yayasan siap membiayai pendidikan hingga lulus kuliah, termasuk di perguruan tinggi di luar Ponorogo.

“Anak di atas usia 12 tahun saya beri beasiswa sampai kuliah. Kalau berprestasi, saya kuliahkan di universitas luar Ponorogo sampai lulus. Saya biayai,” ujar Sugeng Hariyono, yang akrab disapa Kaji Sugeng, usai kegiatan santunan di pendopo belakang kediamannya, Senin (6/7).

Menurutnya, pendidikan merupakan bekal utama agar anak-anak yatim memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah masa depan dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

“Dengan pendidikan yang memadai, saya meyakini nasib anak-anak yatim yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Program tersebut dijalankan Yayasan Berkah Srikandi Abadi yang juga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta didukung Lazismu dan NU Care Ponorogo.

Berbeda dengan santunan yang bersifat sesaat, program beasiswa berkelanjutan ini dirancang agar anak-anak yatim dapat terus menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang berpendidikan, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui langkah tersebut, Yayasan Berkah Srikandi Abadi berharap pendidikan menjadi jalan nyata untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak yatim di Kabupaten Ponorogo.*.

Jurnalis: Priyam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version