SKI News

Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Pranatacara di Magetan, Siapkan Generasi Pelestari Budaya Jawa

Published

on

Pelatih Pasinaon Pranatacara, Sartono, menyampaikan materi mengenai tata cara dan filosofi prosesi pernikahan adat Jawa kepada peserta di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan. Pelatihan ini diikuti sekitar 80 peserta sebagai upaya melestarikan budaya Jawa melalui regenerasi pranatacara.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN .Sekitar 80 peserta mengikuti Pasinaon Pranatacara yang digelar di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya melestarikan budaya Jawa dengan mencetak pranatacara yang memahami tata cara membawakan prosesi adat sekaligus filosofi yang terkandung di dalamnya.

Pelatih Pasinaon Pranatacara, Sartono, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta agar mampu menjadi pranatacara yang baik sesuai pakem budaya Jawa.

Selain mempelajari tata bahasa, teknik berbicara, dan etika, peserta juga dibekali pemahaman mengenai makna filosofis dari setiap rangkaian prosesi adat.

Pelatihan berlangsung selama lima bulan, mulai Mei hingga September 2026. Kegiatan dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Jumat dan Sabtu.

Sebelum diwisuda pada September mendatang, seluruh peserta akan mengikuti ujian sebagai bentuk evaluasi terhadap materi yang telah dipelajari.

“Seorang pranatacara tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga harus memahami makna setiap prosesi yang disampaikan kepada masyarakat,” ujar Sartono yang akrab disapa Pak Dhe.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari berbagai tahapan prosesi pernikahan adat Jawa.

Salah satu materi yang diajarkan adalah prosesi kacar-kucur, yaitu simbol mempelai pria menyerahkan nafkah kepada mempelai wanita sebagai bentuk tanggung jawab suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Menurut Sartono, setiap prosesi dalam pernikahan adat Jawa bukan sekadar rangkaian seremoni, tetapi mengandung nilai-nilai kehidupan, seperti tanggung jawab, kesetiaan, kebersamaan, serta komitmen suami dan istri untuk saling mendukung dalam membangun keluarga yang harmonis.

Sementara itu, salah seorang peserta, Iim Noer Wachidah, warga Kecamatan Parang yang juga merupakan ibu satu anak, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Penyuluh agama itu mengatakan keinginannya mengikuti Pasinaon Pranatacara didorong oleh semangat untuk memperdalam pengetahuan sekaligus ikut melestarikan budaya Jawa.

“Saya ingin belajar lebih dalam tentang budaya Jawa agar bisa ikut melestarikannya. Semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Iim.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan menjadi pranatacara sekaligus menjadi generasi penerus yang mampu menjaga dan melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.*.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version