SKI News

PMI Aset Strategis, Purna PMI Diarahkan

Published

on

Bupati Madiun Hari Wuryanto

Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Purna atau usai menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan aset strategis daerah membawa modal finansial dan non-finansial berharga. Mereka perlu diarahkan ke sektor usaha produktif.

Demikian disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat bertemu dengan kalangan PMI akan berangkat ke negara tujuan dan purna PMI, Rabu (1/7/2026).

“Purna PMI adalah aset strategis daerah. Potensi besar mereka miliki harus diarahkan dari sekadar bergantung pada remitansi menjadi kemandirian ekonomi keluarga melalui sektor usaha produktif.” ujarnya.

Ia memastikan para pekerja migran berangkat dalam kondisi sehat dan legal. Untuk itu, Pemkab Madiun ikut mengawasi, memotong birokrasi layanan administrasi agar verifikasi berkas menjadi cepat.

Jika semula memakan waktu dua hari, tambahnya, ini dipacu untuk selesai hanya dalam waktu satu hari demi memberikan pelayanan yang cepat dan responsif bagi masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri.

Menurutnya melakukan pengawasan dan penempatan secara prosedural guna meminimalkan risiko penempatan ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hal itu dilakukan dinas terkait, bekerja sama pihak lain.

“Pemerintah daerah aktif menangani laporan kasus khusus di lapangan, seperti penyediaan posko pengaduan tenaga kerja dan fasilitas pemakaman bagi PMI meninggal dunia di luar negeri,” ujarnya.

Penanganan yang menyeluruh ini dilakukan agar hak-hak sosial, hukum, dan kesehatan para pekerja migran dapat terpenuhi secara optimal.

Sementara itu, data penempatan utama menjadi tujuan favorit warga Kabupaten Madiun yaitu Hongkong sebanyak 512 orang, Malaysia 75 orang, Singapura 14 orang, Taiwan 11 orang, serta Jepang dan Korea Selatan masing-masing 2 orang.*.

Jurnalis: Agus Basuki.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version