SKI News
ODGJ Di Ponorogo Ngamuk Bawa Golok Pengamen hingga Emak-Emak Jadi Korban
Petugas gabungan mengevakuasi seorang ODGJ yang diduga mengamuk demi menjaga keselamatan warga dan dirinya sendiri. Proses pengamanan dilakukan secara humanis, terukur, dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan sebelum yang bersangkutan dibawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Suasana Jalan Bathoro Katong, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, mendadak mencekam, Selasa (7/7/2026) petang.
Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk sambil membawa sebilah golok yang diduga diambil dari pedagang kelapa muda.
Akibat aksi tersebut, sejumlah warga menjadi korban dan para pedagang berhamburan menyelamatkan diri.
Pria yang identitasnya belum diketahui itu disebut bukan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga mengambil golok milik pedagang kelapa muda sebelum menggunakannya untuk mengancam dan menyerang warga di sepanjang Jalan Bathoro Katong.
Sebelum diamankan, pelaku sempat menyerang seorang pengamen yang mengenakan kostum karakter Upin Ipin di area SPBU.
Tidak hanya itu, seorang pengendara motor perempuan juga menjadi sasaran. Beruntung, sabetan golok hanya mengenai helm yang dikenakan korban sehingga tidak menimbulkan luka serius.
Teror berlanjut saat pelaku mendatangi lapak pedagang kaki lima.
Ia meminta makanan sambil mengacungkan golok. Karena takut menjadi korban, sejumlah pedagang dan pengunjung langsung meninggalkan lokasi.
Menerima laporan warga, petugas Satpol PP Kabupaten Ponorogo segera menuju lokasi.
Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan dan diamankan tanpa perlawanan berarti. Petugas juga menyita sebilah golok yang diduga merupakan milik pedagang kelapa muda dan digunakan pelaku saat melakukan aksinya.
Petugas Satpol PP Kabupaten Ponorogo, Cokro Wiyono, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya seseorang yang membawa senjata tajam dan mengintimidasi warga.
“Laporannya membawa senjata tajam dan menakut-nakuti orang. Yang dibawa golok untuk membelah kelapa,” ujar Cokro.
Sementara itu, Heri Santoso, salah seorang pedagang kaki lima, mengaku pelaku mulai membuat keributan sejak waktu magrib.
Sebelum tiba di lapaknya, pelaku lebih dulu menyerang pengamen berkostum Upin Ipin dan membacok helm seorang pengendara motor.
“Di tempat saya dia minta jamur. Saya kasih sedikit, tapi dia marah, mintanya satu kresek penuh. Kalau tidak dikasih mengancam mau membacok. Setelah itu dia pergi ke arah lapangan. Warga sini juga tidak ada yang kenal, bukan orang sini,” katanya.
Saat ini pelaku telah diamankan petugas dan dibawa ke Poli Kejiwaan RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, petugas masih menelusuri identitas, asal-usul, serta kondisi kejiwaan pelaku guna mencegah kejadian serupa terulang.*..
Jurnalis: Priyam