SKI News
Nyaru Beli Bibit, Dua WNA Diduga Gondol Rp 5 Juta dari Kasir Toko Pertanian di Ponorogo
Saat pelaku diperiksa petugas Polsek Sambit dimintai keterangan
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Warga Ponorogo diminta makin waspada. Dalam dua hari terakhir, aksi pencurian dengan modus berpura-pura menjadi pembeli kembali terjadi.
Kali ini menyasar sebuah toko pertanian di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.
Dua pria warga negara asing (WNA) yang diduga berasal dari kawasan Timur Tengah terekam kamera CCTV saat mendatangi Toko Pertanian Agro Kemuning.
Awalnya, keduanya terlihat seperti pelanggan biasa yang hendak membeli bibit tanaman tomat.
Namun di balik transaksi yang tampak normal itu, diduga tersimpan modus untuk mengalihkan perhatian karyawan toko.
Berdasarkan rekaman CCTV, salah satu pria mengenakan topi dan masker mendekati meja kasir setelah dilayani.
Ia kemudian meminta penukaran uang pecahan Rp50 ribu dan berkomunikasi menggunakan campuran bahasa asing yang membuat situasi di area kasir menjadi tidak fokus.
Saat perhatian kasir terpecah, pelaku diduga memanfaatkan celah tersebut untuk mengambil uang yang berada di dalam laci kasir.
Akibat kejadian itu, toko mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.
“Ada dua turis ke sini, tanya benih tomat. Setelah dilayani, langsung masuk ke area kasir. Total kerugian sekitar Rp 5 juta,” ujar Muhammad Hamim, karyawan toko.
Karyawan baru menyadari uang di dalam laci kasir hilang setelah kedua pria tersebut meninggalkan lokasi menggunakan mobil yang mereka bawa.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sambit untuk ditindaklanjuti.
Babinsa Desa Kemuning yang datang ke lokasi mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar lebih berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal, terutama jika berusaha mengalihkan perhatian saat transaksi berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal. Kejadian seperti ini tentu meresahkan warga,” kata Serda Habibi.
Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan para terduga pelaku.
Dari informasi yang dihimpun, modus serupa dilaporkan telah terjadi di dua lokasi berbeda dalam kurun waktu dua hari terakhir.
Polanya hampir sama, yakni berpura-pura menukar uang sambil mengajak korban berbincang hingga fokus penjaga toko teralihkan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelaku kejahatan bisa datang dengan berbagai cara dan penampilan.
Karena itu, kewaspadaan saat menjaga area kasir maupun transaksi tunai menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.**
Jurnalis: Tim Redaksi.