SKI News
Meong Nyaris Jadi Penghuni Sumur, Damkar Ponorogo Berjibaku 5 Jam Selamatkan Kucing dari Kedalaman 20 Meter
Misi penyelamatan si meong dimulai! Petugas Damkar Ponorogo bersama tim gabungan menyiapkan peralatan vertical rescue sebelum mengevakuasi kucing yang terjatuh ke sumur sedalam 20 meter di Kelurahan Keniten. Medan sempit dan kedalaman sumur menjadi tantangan tersendiri, namun operasi berlangsung sukses dan kucing berhasil diselamatkan.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Nasib seekor kucing lokal jantan di Ponorogo nyaris berakhir tragis. Gara-gara terpeleset saat bermain di bibir sumur, si meong terjebak di dasar sumur sedalam sekitar 20 meter dan tak bisa keluar sendiri.
Peristiwa yang terjadi di rumah milik Dany Putra, warga Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, itu membuat pemilik dan warga sekitar panik. Berbagai upaya penyelamatan mandiri sempat dilakukan, namun hasilnya nihil.
Menurut informasi yang dihimpun, kucing tersebut terjatuh ke dalam sumur sejak subuh.
Pemilik sempat mencoba menolong menggunakan peralatan seadanya, tetapi kedalaman sumur dan kondisi yang sempit membuat proses penyelamatan terlalu berisiko.
Akhirnya, sekitar lima jam kemudian, laporan disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran.
Tak ingin mengambil risiko, tim Damkar Ponorogo bersama BPBD dan LPBI NU langsung menuju lokasi.
Setibanya di tempat kejadian, petugas terlebih dahulu melakukan langkah pengamanan dengan mengurangi potensi gas berbahaya di dalam sumur menggunakan percikan air.
Dengan metode vertical rescue, petugas memasang sejumlah perlengkapan keselamatan sebelum menurunkan personel ke dalam sumur.
Tantangan terbesar datang dari kondisi sumur yang memiliki diameter sekitar 80 sentimeter, sehingga ruang gerak petugas sangat terbatas.
“Kendalanya kedalaman sumur yang mencapai sekitar 20 meter dan ukuran sumur yang sempit. Namun Alhamdulillah kucing berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” ujar Sudarsono, Komandan Regu 1 Damkar Ponorogo.
Sementara itu, Dany Putra mengaku khawatir apabila kucing tersebut tidak segera dievakuasi.
Selain menyayangi hewan peliharaannya, ia juga cemas bangkai kucing dapat mencemari sumber air yang digunakan bersama oleh tiga rumah dan satu musala.
Setelah proses yang berlangsung cukup lama dan penuh kehati-hatian, petugas akhirnya berhasil mengangkat si meong ke permukaan.
Menariknya, setelah berhasil diselamatkan, kucing tersebut tak sempat menikmati sambutan bak pahlawan.
Begitu menyentuh tanah, ia langsung berlari meninggalkan lokasi seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Meski begitu, keberhasilan evakuasi tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar yang sejak awal menyaksikan proses penyelamatan berlangsung.
Dari dasar sumur sedalam 20 meter hingga kembali bebas berkeliaran, si meong hari itu benar-benar mendapat kesempatan kedua.**.
Jurnalis: Priyam.