SKI News

“Magetan Gregetan” Rocky Gerung Ajak Gen Z Pahami Marhaenisme, Bukan Cuma Jadi Slogan

Published

on

PENGANTAR MATERI: Pengamat politik Rocky Gerung memberikan pengantar sekaligus penjelasan singkat mengenai pemikiran Bung Karno sebelum memulai sesi Soekarno Talk-In: Bedah Buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z di Gedung Wisma DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Minggu (28/6/2026).

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN “Magetan gregetan.” Kalimat itu menjadi pembuka yang dilontarkan pengamat politik Rocky Gerung sebelum mengisi acara Soekarno Talk-In bertajuk Bedah Buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z di Gedung Wisma DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Minggu (28/6/2026) malam nanti sekitar pukul 19:00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut Rocky Gerung yang baru tiba di wisma DPC PDI Perjuangan sekitar pukul 16:30 WIB memberikan sedikit tentang Marhaenisme kepada pengujung.

Bagi Rocky, kata “gregetan” bukan sekadar ungkapan penyemangat. Menurutnya, greget adalah keberanian untuk membangun tradisi berpikir kritis.

Karena itu, ia mengajak generasi muda memahami Marhaenisme sebagai sebuah jalan pikiran, bukan hanya slogan atau alat kampanye politik.

“Magetan gregetan. Gregetan itu artinya ada keberanian untuk menangkap teknik berpikir. Marhaenisme bukan sekadar slogan, melainkan jalan pikiran yang harus dipahami sebelum menjadi alat perjuangan politik,” ujar Rocky.

Dalam paparannya, Rocky menilai Marhaenisme perlu dikenalkan kembali kepada publik sebagai fondasi pemikiran yang lahir dari gagasan Bung Karno. Menurutnya, memahami ide lebih penting daripada sekadar menghafal istilah atau simbol politik.

“Marhaenisme harus dikenali sebagai susunan pikiran sebelum menjadi alat untuk kampanye. Yang ingin kami dorong adalah agar masyarakat memahami ide-idenya terlebih dahulu,” katanya.

Rocky menjelaskan, buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z yang ditulis bersama Airlangga Pribadi Kusman merupakan upaya memperkenalkan kembali pemikiran Bung Karno dengan bahasa yang lebih mudah dipahami generasi muda.

Ia berharap buku tersebut tidak hanya dibaca, tetapi juga menjadi bahan diskusi di berbagai daerah sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai Marhaenisme.

“Yang kami promosikan adalah ide dan jalan pikiran. Itu yang paling penting, sehingga masyarakat memiliki referensi untuk memahami gagasan Bung Karno,” ujarnya.

Menurut Rocky, pembaca diajak menelusuri berbagai pemikiran Bung Karno, mulai dari kehidupan bermasyarakat, ekonomi kerakyatan, hingga pandangannya mengenai politik global.

Dengan begitu, Marhaenisme dipahami sebagai sebuah kerangka berpikir yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pada sesi diskusi, Rocky juga membuka ruang tanya jawab dengan peserta. Ia mempersilakan masyarakat, khususnya anak muda, menyampaikan pertanyaan dan berdialog mengenai berbagai persoalan kebangsaan, termasuk bagaimana membangun kualitas demokrasi dan masa depan Republik Indonesia melalui kekuatan gagasan.

Kegiatan Soekarno Talk-In tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan dan dihadiri kader partai, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum.

1 Comment

  1. Agus Rianto

    Juni 28, 2026 at 7:26 pm

    Lqnjutkqn

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version