SKI News

Giliran BMI Taiwan Asal Magetan Minta Bantuan Masker ke Pemkab

Published

on

Inilah sejumlah BMI di Taiwan, berharap bantuan masker dari pemkab Magetan

Suarakumandang.com.BERITA MAGETAN. Setelah pemerintah kabupaten Magetan, Jawa Timur mengirim masker guna mencegah virus corona atau coid-19 ke Buruh Migran Indonesia (BMI)  Hongkong sebanyak 20 ribu masker beberapa waktu lalu,  kini gilran BMI asal Magetan yang bekerja di Taiwan berharap kepada pemerintah kabupaten Magetan (Pemkab) untuk bisa memberikan bantuan masker.

Umi Sugiarto BMI asal Panekan Kabupaten Magetan mengatakan sejumlah BMI akhir-akhir  sering sekali kehabisan masker saat akan membeli di toko obat maupun apotek, “Apalagi dengan adanya peraturan baru terkait pembelian masker, itu semakin membuat sejumlah BMI asal Magetan khawatir, “ujar Umi. Rabu, (04/03/2020).

“Peraturan terkait pembelian masker yaitu dengan ketentuan pembelian masker mulai per 5 Maret setiap 7 hari sekali orang dewasa dijatah, 3 lembar dan anak-anak 5 lembar,”kata Umi.

Umi yang bekerja di wilayah Lijing 1 st St Qidudist, Keelung city Taiwan mengungkapkan walaupun ada pembagian masker gratis, namun tidak bisa keluar rumah untuk antri, “Setelah kami konfirmasikan dengan teman-teman asal Magetan, rata-rata mereka mengalami kesulitan yang sama yaitu sering kehabisan saat akan beli masker,”kata Umi kepada jurnalis suara kumandang lewat via phone.

“Jadi bila mendapat bantuan masker guna mencegah virus corona nanti kami akan bagi-bagi lewat pos supaya merata dan semua bisa kebagian sampai tujuan,” jelas Umi.

Sementara itu, Umi dan rekan-rekannya yang bekerja di Taiwan sangat berharap kepada pemerintah kabupaten Magetan untuk bisa memberikan bantuan masker.”Ya kami menginginkan agar pemerintah kabupaten Magetan mengirim bantuan masker.”terang Umi.

Suprawoto Bupati Magetan saat dikonfirmasikan terkait permintaan BMI asal Magetan yang bekerja di Taiwan pihaknya akan koordinasi dengan pihak dinas Tenaga Kerja (Disnaker) “Coba saya cek disnaker mas, biasanya teman-teman disnaker ada akses kesana dan kalau ngirim lewat mana,” kata Suprawoto.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version