SKI News

GASTAN X Bikin Magetan Bergoyang! 260 Seniman Bersatu, Seni Tak Cuma Pentas tapi Juga Berbagi

Published

on

Keanggunan Tari Gambyong membuka rangkaian GASTAN (Gabungan Seniman Magetan) ke-10, Jumat (10/7/2026). Para penari mengiringi prosesi penyerahan tumpeng kunjung kepada panitia sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan komitmen para seniman untuk terus melestarikan budaya lokal di Kabupaten Magetan.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Semangat melestarikan budaya kembali menggema di Kabupaten Magetan. Sebanyak 260 seniman dari berbagai bidang seni memadati pelaksanaan GASTAN (Gabungan Seniman Magetan) ke-10 yang digelar pada Jumat (10/7/2026).

Tak hanya menjadi ajang berkumpul para pelaku seni, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial berupa santunan bagi anak-anak yatim piatu.Acara digelar di lapangan Desa Desa Nitian, Kecamatan Plaosan.

Ketua GASTAN Magetan, Mukti Muris, mengatakan GASTAN ke-10 menjadi wadah mempererat persaudaraan sekaligus mengapresiasi para seniman yang selama ini konsisten menjaga dan mengembangkan kesenian di Kabupaten Magetan.

“Tahun ini ada sekitar 260 peserta dari seluruh Kabupaten Magetan. Mereka berasal dari berbagai bidang seni, mulai pemusik pedalangan, kelompok campursari, penyanyi, penari hingga komunitas seni lainnya. GASTAN menjadi ruang untuk melangkah bersama, berbagi pengalaman, memperkuat persaudaraan, dan saling mengapresiasi,” ujar Mukti Muris.

Ia menambahkan, penyelenggaraan GASTAN tahun 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membawa misi kemanusiaan melalui kegiatan bakti sosial dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu.

“Seni bukan hanya soal hiburan, tetapi juga tentang kepedulian sosial. Melalui GASTAN ke-10 ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu sekaligus mengajak seluruh seniman terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan,” katanya.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Gambyong yang memukau para tamu undangan.

Para penari kemudian memasuki arena sambil membawa tumpeng kunjung yang diserahkan secara simbolis kepada panitia sebagai penanda dimulainya GASTAN ke-10.

Prosesi tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian. Selain menampilkan keindahan seni tari tradisional, penyerahan tumpeng juga menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta harapan agar para seniman Magetan tetap solid dalam menjaga warisan budaya daerah.

Melalui GASTAN ke-10, para seniman berharap kolaborasi lintas komunitas seni semakin kuat sehingga mampu melahirkan karya-karya kreatif yang tetap berakar pada budaya lokal.

Di tengah derasnya perkembangan zaman, GASTAN ingin membuktikan bahwa seni tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi identitas daerah yang harus terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.*…

Jurnalis: Tim Redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version