SKI News

Festival Bambu Magetan: Dari Bambu Jadi Peci, Pengunjung Langsung Auto Pegang

Published

on

Adi Allif menunjukkan peci bambu hasil karyanya saat Festival Bambu di GOR Ki Mageti, Magetan, Jumat (19/6/2026). Peci berbahan bambu yang dibuat secara manual tersebut mampu menarik perhatian pengunjung karena keunikannya. Dalam sehari, Adi Allif dapat memproduksi 5 hingga 7 peci yang telah dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa hingga menembus Malaysia dan Singapura.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Siapa sangka bambu yang selama ini identik dengan bahan bangunan dan kerajinan tangan kini bisa disulap menjadi peci yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.

Produk peci bambu hasil karya perajin lokal Magetan ini bahkan telah menembus pasar luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

Peci bambu tersebut dipamerkan dalam Festival Bambu yang digelar di GOR Ki Mageti, Magetan, pada 16–21 Juni 2026.

Kehadiran produk ini menarik perhatian pengunjung karena memiliki tampilan khas, ringan, dan berbeda dari peci pada umumnya.

Perajin peci bambu mengaku telah menekuni usaha tersebut selama kurang lebih satu tahun.

Dalam sehari, ia mampu memproduksi antara lima hingga tujuh peci, tergantung tingkat kesulitan dan ketersediaan bahan baku.

“Harga peci bambu berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per buah,” ujarnya saat ditemui di stan Festival Bambu.

Meski tergolong usaha baru, pemasaran produk peci bambu terus berkembang. Selain dipasarkan di berbagai daerah di Pulau Jawa, produk tersebut juga telah dikirim ke sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Menurutnya, minat masyarakat terhadap produk berbahan bambu cukup baik karena dinilai unik serta memiliki nilai seni tersendiri.

Selain itu, penggunaan bambu sebagai bahan utama juga mendukung pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan.

Festival Bambu yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan menjadi ajang bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan berbagai produk berbahan bambu kepada masyarakat.

Mulai dari kerajinan, tekstil, hingga peci bambu yang kini mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Keikutsertaan perajin peci bambu dalam festival tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif berbasis bambu yang dimiliki Kabupaten Magetan. *..

Jurnalis: Tim Redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version