SKI News
80 Persen Produk Toko Perajin Kulit di Jalan Sawo Magetan Masih Didominasi Dari Luar Daerah
Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Selama ini jalan Sawo di kelurahan Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur sudah terkenal dengan sentra produksi kerajinan kulit asal Magetan.
Ada 41 toko yang menjual produk asli Magetan diantaranya sepatu, sandal, ikat pinggang, jaket, tas, topi, dompet dan masih banyak lainnya. Namun tidak demikian dipasaran ternyata 80 persen masih didominasi produk luar Magetan.
Adalah Eko Patrianto salah satu pemilik toko Praktis yang terletak dijalan Sawo mengatakan bahwa produk utama di jalan Sawo adalah kerajinan kulit khas Magetan berupa alas kaki yakni sepatu dan sandal.
“Meskipun terkenal dengan kerajinan kulit berupa alas kaki yakni sepatu dan sandal, akan tetapi dipasaran lebih didominan produk dari luar Magetan, dengan perbandingan 80 persen dan 20 persen,”ujar Eko.
Tidak hanya itu saja, lanjut Eko, untuk display disetiap toko di jalan Sawo juga lebih didominan produk dari luar daerah Magetan,
“Pada kesimpulannya dua-duanya entah itu display atau yang dipajang didepan toko maupun produk sepatu dan sandal di jalan Sawo ini 80 persen produk dari luar Magetan,”jelas Eko.Senin, (24/02/2020).
Menurut Eko, Ini disebabkan kita kalah di stock Opname, kita kalah persediaan barang, kecepatan prosesnya, pemasaran dan perubahan desain,”terang EKo.
Dijelaskan pula, kita kalah karena dari pihak terkait tidak ada “greget” untuk membantu ataupun memecahkan masalah yang selama ini menjadi kendala bagi para pedagang maupun perajin kulit di Magetan.
“Jadi kalau untuk mengejar ketinggalan model sepatu sesuai pasaran kita belum mampu. Mampu kita baru sistem mengerjakan pesanan. Karena pesanan itu modelnya maupun jumlah barang sudah jelas kita tinggal membuat saja, ”jelas EKo.
Senada yang dikatakan, Aam salah satu perajin dompet asal Kauman, Magetan mengaku jika di jalan Sawo itu kebanyakan yang dijual adalah produk dari luar daerah Magetan, bahkan dari Magetan sendiri lebih kecil,”kata Aam.
“Sebenarnya permasalahan ini sudah lama, dan seharusnya kita (perajin-red) diajak duduk bersama dan memecahkan masalah ini, bagimana untuk mencari solusinya. Sampai saat ini kalau saya perhatikan tidak ada “Greget” dari pihak pihak terkait untuk berusaha memajukan produk Magetan,” ungkap Aam.
Aam mengungkapkan, dulu saya ada ide, seperti misal pihak ke dua’ katakan yang punya uang dan kebijakan ’. Pertama yang dilakukan adalah membeli atau mengontrak tempat seperti ruko di masing-masing kabupaten/kota secukupnya. Kemudian ruko tersebut diisi produk-produk khusus dari Magetan dan dijaga oleh orang lokal asal daerah setempat.
“Kita sebagai pihak kesatu produk kita dibeli oleh pihak kedua lalu diletakan di ruko. Ruko tersebut diberi tulisan besar “Produk Khas Kulit Magetan” papan tersebut diletakan didepan ruko . Soal anggaran pihak kedua saya yakin ada, jika itu niat untuk perajin Magetan,”pungkasnya.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.