SKI News

Pola Pikir Muchtar Wahid Saat Kerjakan Proyek Di Magetan

Published

on

Muchtar Wahid kepala DPUPR Kabupaten Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Kantor Dinas Pekerja Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) terletak  di jalan Hasanudin Nomer  19, Kelurahan Selosari, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Di sana ada seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang mengabdikan diri untuk membantu dan melayani masyarakat.

Dia adalah Muchtar Wahid semenjak bekerja di lingkungan PNS pemerintah kabupaten Magetan sejak awal menjabat kepala bidang hingga kini menjabat kepala DPUPR Kabupaten Magetan Dia selalu berpola pikir bekerja dapat membantu masyarakat.

“Sejak dulu tugas saya melayani masyarakat dan memikirkan masyarakat. Bagimana kegiatan pemerintah salah satunya proyek ini bisa memaksimalkan untuk masyarakat,”kata Muchtar.

Muchtar mencontohkan arti memaksimalkan untuk rakyat adalah memperdayakan masyarakat setempat untuk mempekerjakannya di proyek di wilayah Kabupaten Magetan.

Lanjutnya, sehingga keinginan pria yang murah senyum ini  dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. “Jadi dengan memperdayakan masyarakat kita mengambil tenaga lokal di Magetan sehingga dapat membantu masyarakat Magetan,” kata Muchtar.Senin, (12/07/2021).

Dengan demikian Muchtar berharap dengan menggunakan tenaga lokal maka roda perekonomian di Magetan khususnya di sekitar proyek bisa berjalan.

Tak hanya tenaga lokal, upaya Muchtar untuk memperdayakan tenaga lokal, Dia juga mengusulkan kepada kontraktor penggunaan bahan baku atau material disarankan untuk belanja dari toko Magetan.

Berbeda jika bahan baku tidak ada di Magetan dan batas waktu pengerjaan proyek, terpaksa pihak pemerintah menggunakan mesin modern dan membeli bahan baku dari luar Magetan.

 “Maksud dari pekerjaan proyek terbatas  itu tidak lebih dari 32 hari maka untuk segera selesai,” kata Muchtar lagi.

Muchtar kembali  mencontohkan  maksud dari pekerjaan proyek terbatas, dimana pekerjaan yang tidak lebih dari 32 hari yakni hotmix jalan. ”Kalau itu perlu tenaga dari luar dan mesin modern,”paparnya.

Apalagi ditenggah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, secara tidak langsung pihak pemerintah  mengutamakan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. ”Sebenarnya sudah kami lakukan sejak dulu dan selalu menyarankan kontraktor untuk menggunakan tenaga lokal, namun  karena ini PPKM Darurat maka kami lebih menyarankan untuk mengutamakan orang Magetan, kecuali jika di Magetan tidak ada,”terangnya.

”Semua kita usahakan dari dalam Magetan, mulai dari tenaga ahli, sampai bahan baku dan karyawan. Itulah yang kita sarankan dari kontraktor saat pengerjaan proyek  di Magetan,” pungkasnya.

Jurnalis: Anita Tata.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version