SKI News

Pemuda Asal Banjarejo Ditemukan Mengapung di Kanal Jonggrang

Published

on

Sejumlah warga menyaksikan proses penanganan penemuan jenazah seorang pemuda di kanal Desa Jonggrang, Kecamatan Barat. Korban diketahui merupakan warga Desa Banjarejo yang sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke rumah selama dua hari.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Suasana Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, mendadak heboh pada Rabu (10/6/2026) sore.

Seorang pemuda asal Desa Banjarejo ditemukan meninggal dunia di aliran kanal bawah DAM M18.

Korban diketahui bernama Muhammad Mahfudin.

Penemuan korban bermula sekitar pukul 15.42 WIB saat seorang pasangan suami istri melintas memberi tahu Budi Susanto, perangkat Desa Jonggrang, bahwa ada seseorang terlihat mengambang di kanal.

Mendapat informasi tersebut, Budi bersama warga setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Salah satu saksi mata, Rokip Widodo, mengatakan bahwa saat tiba di lokasi, korban sudah terlihat mengapung di aliran kanal.

“Ketika kami cek dari pinggir kanal, korban sudah dalam kondisi mengapung di air,” ujar Rokip.

Setelah memastikan kondisi korban, peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Barat untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi bersama tenaga medis melakukan identifikasi dan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah berada di dalam air lebih dari satu hari sebelum ditemukan.

Menurut keterangan keluarga, korban memiliki kebutuhan khusus sejak kecil dan kerap berjalan sendiri tanpa tujuan tertentu.

Keluarga juga menyebut korban telah meninggalkan rumah dan tidak pulang selama sekitar dua hari sebelum akhirnya ditemukan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa tersebut telah ditangani Polsek Barat berdasarkan laporan yang diterima pada Rabu (10/6/2026).

Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga yang memiliki kondisi khusus, terutama di sekitar sungai, kanal, maupun area perairan lainnya guna mencegah kejadian serupa.**

Jurnalis: Jurnalis : Tim redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version