SKI News
Nekad Nyalip berujung Petaka, Pelajar Di Ngawi Tewas, Enam Lainnya Terluka
Rasa penasaran warga memadati lokasi kecelakaan di Jalan Raya Ngawi–Kedunggalar, Kamis (16/7/2026). Polisi mengimbau masyarakat tidak berkerumun agar proses evakuasi korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dapat berjalan lancar.
Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Aksi menyalip yang diduga terlalu mengambil jalur kanan berujung tragedi di Jalan Raya Ngawi–Kedunggalar KM 18-19, tepatnya di Dusun Durenen, Desa Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.
Kecelakaan melibatkan empat sepeda motor itu menewaskan seorang pelajar di lokasi kejadian dan menyebabkan enam pelajar lainnya mengalami luka-luka.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Hariyanto, mengatakan kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Kharisma tanpa pelat nomor yang dikendarai Sabda Aji Nugroho (15) melaju dari arah selatan menuju utara.
“Pengendara Honda Kharisma diduga hendak mendahului dua sepeda motor yang berada di depannya. Saat mengambil jalur kanan, dari arah berlawanan datang Honda Mega Pro sehingga tabrakan depan tidak dapat dihindari,” ujar Iptu Agus Hariyanto.
Benturan keras membuat Honda Kharisma terpental ke sisi kiri hingga kembali membentur Honda Astrea Grand.
Dalam waktu hampir bersamaan, Honda Revo yang berada di belakang ikut menabrak bagian belakang Honda Kharisma.
Akibatnya, empat sepeda motor terlibat dalam kecelakaan beruntun.
Korban meninggal dunia adalah Sabda Aji Nugroho (15), warga Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar.
Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara enam korban lainnya mengalami berbagai luka, mulai dari patah tulang, luka lecet, memar hingga nyeri pada beberapa bagian tubuh.
Seluruh korban dievakuasi ke RSI At-Tin Husada dan RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan perawatan serta menjalani pemeriksaan medis.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Petugas juga mengimbau para pengendara, khususnya kalangan pelajar, agar tidak memaksakan mendahului kendaraan jika kondisi jalan tidak memungkinkan.
“Satu keputusan nekat di jalan bisa mengubah segalanya dalam hitungan detik. Keselamatan selalu lebih penting daripada terburu-buru sampai tujuan.”*..
Jurnalis: Ahmad Hakimin.