SKI News

Kecamatan Barat: Pemudik Dari Luar Kota Magetan Wajib Diisolasi Dibalai Desa

Published

on

Yok Sujarwadi Camat  Barat (kananK bersama stafnya sedang mengawasi para pemudik yang diisolasi di balai kelurahan Mangge.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Upaya untuk menekan penyebaran virus corona atau covid 19 masing-masing Desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur sudah melakukan isolasi di  masing-masing Desa/Kelurahan .

Yok Sujarwadi Camat  Barat mengatakan sesuai Surat Edaran (SE) nomor : 414/ 732/ 403. 109/ 2020 pihaknya sudah memerintahkan ke 14 Desa/Kelurahan di Kecamatan Barat untuk melakukan isolasi bagi pemudik yang baru tiba ditempat di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah desa.

“Untuk di kecamatan Barat pelaksanaan isolasi terpadu di Desa/Kelurahan sudah kita jalankan kurang lebih satu minggu,”jelas Yok.

Dijelaskan pula, untuk pendataan para perantau yang baru tiba dilakukan pendataan oleh jajaran desa yang dilakukan  gugus tugas di desa dibantu oleh RT dan RW . “Dalam pencegahan covid 19 langkah pertama dari pemerintah yaitu tetap menghimbau jangan pulang dulu, namun jika keadaan disana mereka terpaksa pulang itu harus dilakukan pendataan termasuk waktu kedatanganya juga terus dipantau dan diarahkan untuk isolasi di balai Desa. Jadi pemudik itu tidak boleh masuk rumah akan tetapi langsung diarahkan ke balai desa,”papar Yok.

Lanjut Yok, pemudik akan diarahkan langsung ke kantor Desa atau Kelurahan untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan .”Jadi tidak langsung ke rumah, akan tetapi ke kantor Desa dilakukan pendataan di cek kesehatannya dan selanjutnya diisolasi di ruang yang sudah disediakan oleh pihak desa, ”kata Yok lagi.

BACA: Update, Jumlah Mudik di Magetan Yang Diisolasi di Balai Desa/Kelurahan

Dalam hal ini untuk pengawasan kepada para pemudik masyarakat dengan RT, RW dan relawan untuk saling mengingatkan antar warga mereka menghimbau untuk tidak mudik dan saling mengawasi pemudik yang baru tiba. “Dalam hal ini bagi pemudik yang baru tiba diberi pemahaman  terkait kegiatan isolasi tersebut untuk keselamatan semuanya,”terang Yok.

“Virus corona atau covid 19 tidak ada yang tahu, maka dari itu upaya untuk memutus mata rantai penularan jadi menempatkan mereka (pemudik-red ) diruang isolasi selama 14 hari,”ucap Yok.

Sementara itu, di Kecamatan Barat tidak diberlakukan pilihan isolasi dirumah dengan membuat surat pernyataan . Menurut hasil rapat bersama forkompica dan kepala desa, karena mereka tidak ada jaminan untuk tidak keluar rumah selama 14 hari. “Belum tentu mereka akan kuat didalam rumah selama 14 hari dan belum tentu dia tidak kontak dengan orang lain. Makanya kita menghimbau semaksimal mungkin untuk menempatkan mereka para pendatang di ruang isolasi,”kata Yok kembali.

“Namun isolasi ini berbeda diberlakukan pada mereka yang sudah lanjut lansia, anak-anak SLTP ke bawah tetap mengharapkan mereka dilakukan isolasi dirumah masing-masing dengan pengawasan berkala. Jadi apa yang kami lakukan semata-mata untuk kebaikan bersama,”ungkapnya.

Hingga sampai saat ini dari 14 desa dikecamatan Barat sudah 9 desa yang ada kedatangan pemudik dari dalam negeri dan luar negeri sejumlah total 24 orang di 9 desa. ”Semua Desa berserta masyarakat menghimbau untuk tidak pulang, kalaupun toh mereka tetap pulang mereka akan dilakukan isolasi dibalai desa,”pungkasnya.

Jurnalis : Cahyo Nugroho.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version