SKI News
Slogan Ngawi: ‘Ojo Nulari, Ojo Ketularan’ Ampuh Pertahankan Zero Positif Corona
Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Hingga medio bulan April ini, kabupaten ngawi masih mampu bertahan dari daerah zona merah positif virus corona.
Hingga per Kamis, ( 16/04/2020), Dinas Kesehatan Ngawi, Jawa Timur merilis jumlah PDP 14 orang dan ODP 242 orang dan tidak ada seorang pun dinyatakan positif tertular virus Corona.
Kondisi ini masih cukup melegakan ditengah was was ketidak pastian kapan badai virus ini berakhir, apalagi kabupaten ngawi kini berada ditengah kurungan kabupaten / kota dalam status zona merah.
Pemerintah kabupaten Ngawi mengklaim, gerakan masif untuk menyadarkan warga menggunakan masker adalah salah satu faktor yang kini dilakukan.
Tidak ada satupun OPD dan instansi dalam naungan pemerintah kabupaten Ngawi yang tidak turun kejalan melakukan itu.
Gerakan yang dipimpin langsung oleh Bupati Ngawi ini mendapat respon positif dari semua unsur pemerintahan, hingga tingkat pemerintahan desa.
Adalah comment centre, sebuah ruang IT milik pemkab yang menjadi ruang kontrol para pimpinan daerah untuk menggerakan anakbuahnya turun langsung kelapangan memastikan masyarakat memakai masker.
“Seluruh OPD kita kerahkan turun kelapangan hingga tingkat desa untuk terus menerus menyadarkan masyarakat untuk memakai masker,” kata Bupati Ngawi, Budi ‘Kanang’ Sulistyono. (16/04/2020)
Himbauan dan pengetatan masker sendiri akan efektif diberlakukan mulai senin depan ( 20/04/2020) guna memperkuat pencegahan penularan Covid 19.
Langkah ini sebagai bentuk kampanye ‘ ojo nulari yo ojo ketularan’ yang bermaksud penggunaan masker dan cuci tangan sebagai hal yang mudah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.
“Makna dari slogan tersebut tidak lain sebagai self protection, agar tidak tertulari serta penyadaran jika pada diri kita juga berpotensi sebagai penular terhadap keluarga dan lingkungan,” terang Kanang.
Meskipun belum ada keterangan resmi terkait bentuk apa yang akan diterapkan pertanggal 20 aprul tersebut terkait pengenaan masker kepada warga, tidak ditemukanya warga yang positif Corona, slogan ‘ Ojo nulari yo ojo ketularan’ masih efektif untuk mengkampanyekan pentingnya memakai masker.
Jurnalis: Ahmad Hakimi.