SKI News

Satu Jam, Bakso Juari Ludes Diborong Staf BPKPD Magetan

Published

on

Juari (45) melayani pesanan bakso staf BPKPD Magetan, Jumat (24/9/2026). Dalam satu jam, 100 mangkok dan 20 bungkus bakso dagangannya ludes diborong.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Pukul 09.30 WIB, Jumat (24/9/2026), Juari (45) sudah bersiap berangkat berjualan bakso.

Warga Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, itu tidak menyangka pagi tersebut bakal membawa rezeki tak biasa.

Sebuah pesan WhatsApp masuk. Pesanan datang dari staf Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Magetan.

Rencana berjualan keliling pun berubah. Juari mendapat pesanan dalam jumlah besar. Bakso mulai disiapkan untuk memenuhi pesanan tersebut.

“Tidak menyangka. Sekitar pukul 09.30 WIB sudah siap berangkat, tiba-tiba mendapat pesan WhatsApp berisi pesanan,” tutur Juari.

Mulai pukul 10.00 WIB, bakso Juari diserbu staf BPKPD Magetan. Satu demi satu mangkok tersaji.

Suasana kantor seketika berubah menjadi tempat menikmati semangkuk bakso hangat.

Hanya dalam waktu satu jam, hingga pukul 11.00 WIB, 100 mangkok dan 20 bungkus bakso ludes.

Harga per mangkok cukup bersahabat, Rp12.000. Dari 100 mangkok saja, nilai penjualan mencapai Rp 1,2 juta. Jumlah tersebut belum termasuk 20 bungkus pesanan.

Bagi Juari, pesanan itu bukan sekadar angka penjualan.

Selama sekitar 20 tahun berjualan bakso, ia terbiasa mengandalkan usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga bersama dua anak.

Hari itu, dagangannya habis lebih cepat dari perkiraan.

“Alhamdulillah, hari ini dagangan habis diborong staf BPKPD,” ucap Juari.

Bukan hanya jumlahnya, cita rasa bakso Juari juga mendapat perhatian dari para ASN BPKPD.

Didik Setiyono menilai rasa daging pada bakso terasa kuat.

“Rasa dagingnya terasa sapi,” kata Didik.

Sementara Sulistiyo lebih menyoroti kuahnya. Menurut dia, kuah bakso terasa segar dan pas disantap saat jam istirahat.

“Kuahnya segar,” ujar Sulistiyo.

Satu jam berlalu. Mangkok demi mangkok kosong. Bungkus pesanan ikut berpindah tangan.

Ia datang membawa bakso. Ia pulang membawa kabar baik: 120 porsi ludes dalam satu jam.

Bagi pembeli, bakso menjadi menu makan. Bagi Juari, semangkuk bakso menjadi jalan rezeki.

Kadang, rezeki memang datang tanpa aba-aba. Cukup satu pesan WhatsApp, lalu 120 porsi bakso berpindah dari gerobak menuju meja para pembeli.

Karena bakso ludes, Juari sementara akan balik kerumah untuk mengambil.*

Jurnalis: Tim redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version