SKI News

Safari Ramadhan, Mekanisme Lestarikan Budaya Gotong Royong

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Senin, 10 April 2023, Pemerintah Kabupaten Ngawi , Jawa TImur gelar Safari Ramadhan di Masjil Al-Buraidi di Dusun, Sogen, Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu.

Acara dihadiri Wakil Bupati Ngawi, seluruh jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Kakankemenag, Ketua Baznas, Camat Pitu dan jajaran Forkopimcam, serta Pemdes desa Dumplengan dan jajarannya serta masyarakat.

Ony Anwar Harsono, Bupati Ngawi dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa perjalanan bulan Ramadhan saat ini sudah sampai pada hari ke-19, atau sudah masuk ke 10 hari terakhir, yang mana merupakan tahapan sepertiga bulan Ramadhan dengan dijanjikannya akan dibebaskan umat Islam dari siksaan api neraka, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Di 10 hari terakhir tersebut hendaknya umat Islam hendaknya meningkatkan amal dan ibadah, hingga menemukan satu keberkahan didalamnya, yaitu kesempatan bertemu dengan malam lailatul qadar, yang keistimewaannya seperti 1000 bulan.

Bupati Ngawi juga menyampaikan bangga bisa hadir dalam Safari Ramadhan di dusun Sogen desa Dumplengan, kecamatan Pitu Ngawi, juga disampaikan terima kasih kepada masyarakat desa Dumplengan, yang berkomitmen menjaga guyup rukun, gotong royong serta kerja bakti.

Hal tersebut merupakan bentuk manifestasi dari hamba yang memiliki segala keterbatasan, dan bisa mengaktualisasi potensi diri bersama dengan orang lain.

Terhadap kekurangan dan keterbatasan orang lain tersebut, maka yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan infak dan shodaqoh kepada saudara yang membutuhkan, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, tidak hanya berupa materi, waktu, sertacakal pikiran dan tenaga.

Bupati Ngawi juga menekankan pentingnya guyup rukun dan gotong royong antara warga masyarakat, khususnya di tengah perkembangan Teknologi informasi yang semakin pesat seperti saat ini, salah satunya adalah dengan tetap menjaga silaturahmi antar warga secara langsung, dan tidak hanya mengandalkan komunikasi via Hape.

Sementara Saiful Rohmat, salah satu tokoh masyarakat, yang juga takmir Masjid Al-Buraidi, mengatakan bahwa kehadiran Bupati Ngawi dan jajarannya, sangat menginspirasi masyarakat untuk mempertahankan tradisi gotong royong dan guyup rukun, dalam hubungan masyarakat dengan pejabat daerah, dengan jalan mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradapan sekaligus  pengontrol dan mempermudah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Disampaikan juga terima kasih kepada Pemerintah daerah Ngawi yang sudah menyampaikan sumbangan sebesar Rp 15 juta, yang konon Masjid Al-Buraidi menerima bantuan terakhir pada 1998 senilai Rp 750.000.

Selanjutnya diharapkan bantuan yang diberikan, dapat bermanfaat untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran agama di dusun Sogen,  desa Dumplengan kecamatan Pitu Ngawi.

Jurnalis: Ahmad Hakimi/Adv.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version