SKI News
Ponorogo Lagi Nggak Baik-Baik Saja, 60 Hektare Hutan Terbakar, Api Intip Rumah Warga
Petugas gabungan berada di TKP, berjibaku memadamkan kebakaran hutan di Ponorogo. Kobaran api masih berpotensi meluas akibat angin kencang dan medan terjal.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Si jago merah mulai bikin warga Ponorogo tak bisa santai. Kebakaran hutan melanda delapan kecamatan dengan luasan diperkirakan mencapai 60 hektare hingga Jumat malam, 28 Agustus 2026.
Kobaran api tidak hanya melahap semak belukar serta tanaman hutan. Sejumlah titik bahkan mulai mendekati permukiman warga. Jarak api dengan rumah dilaporkan hanya sekitar 20 hingga 50 meter.
Salah satu kebakaran terjadi di Desa Kambeng, Kecamatan Slahung. Api cepat membesar, membakar semak belukar serta tanaman jati dan albasia milik Perum Perhutani KPH Lawu DS.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan Perhutani sempat kewalahan mengendalikan kobaran api.
Medan terjal serta sulit dijangkau kendaraan membuat proses pemadaman tidak mudah.
Situasi makin rumit akibat rumput ilalang kering serta hembusan angin kencang. Pemadaman secara manual pun harus dilakukan dengan tenaga personel terbatas.
Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Ponorogo, Hadi Susanto, mengatakan kebakaran telah terdata di tujuh hingga delapan kecamatan, tersebar di sejumlah desa.
“Total ada tujuh sampai delapan kecamatan. Kebakaran tersebar di beberapa desa dan sebagian sudah kami tangani,” ujar Hadi.
Delapan kecamatan tersebut meliputi Sampung, Slahung, Bungkal, Sambit, Sawoo, Balong, Ngrayun dan Badegan.
Menurut Hadi, salah satu kendala utama berada pada kondisi angin cukup kencang serta medan hutan terjal. Selain itu, terdapat kebakaran di hutan rakyat akibat pembakaran lahan oleh warga.
“Beberapa hutan rakyat memang sengaja dibakar masyarakat. Kurangnya pemahaman tentang bahaya serta dampak kebakaran membuat api sulit dikendalikan,” kata Hadi.
Ancaman terhadap permukiman juga menjadi perhatian petugas. Di sejumlah lokasi, kobaran api berjarak sekitar 50 meter dari rumah warga. Bahkan ada titik api hanya berjarak sekitar 20 meter dari bagian belakang rumah.
Petugas terus melakukan pemantauan, terutama di lokasi dengan medan sulit serta titik api masih berpotensi merembet.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah titik kebakaran masih belum sepenuhnya padam.
Petugas gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman serta mencegah api mendekati permukiman.**
Jurnalis: Priyam.