SKI News
Para CEO Ayam Petelur Di Magetan Turun ke Jalan, Bagi Telur Gratis!” Peternak Ngeluh: Harga Drop
Bukan konten, ini kenyataan. ‘CEO ayam petelur’ turun ke jalan, bagi telur gratis karena harga sudah nggak masuk akal.
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Ini bukan konten viral settingan, ini realita. Para “Chief Executive Officer (CEO)
ayam petelur” alias peternak rakyat di Magetan turun ke jalan, bagi-bagi telur gratis ke pengguna jalan, Rabu (6/5/2026).
Aksi ini bukan cari sensasi, tapi bentuk protes keras karena harga telur lagi anjlok parah.
Bayangin, produksi jalan terus, tapi harga jual nggak nutup biaya. Pakan mahal, telur murah. Fix, ini bukan bisnis lagi ini survival mode.
Setelah “spill” keresahan lewat aksi bagi telur, massa lanjut geruduk Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan.
Mereka nuntut satu hal yang simpel tapi krusial: kehadiran negara, bukan cuma janji.
Koordinator aksi, Teguh Wahyudi, blak-blakan. Katanya, peternak rakyat sekarang udah di titik paling low.
“Hari ini peternak mandiri itu ibarat CEO di kandang sendiri, tapi bangkrut massal. Tinggal kurang dari 15 persen yang bertahan. Kita kejebak, pakan mahal, harga jual jatuh,” tegas Teguh.
Yang bikin makin panas, peternak menuding korporasi besar makin “overpower”.
Dari hulu sampai hilir digarap semua. Bahkan pasar tradisional harusnya jadi ‘safe zone’ peternak kecil, sekarang ikut diserbu.
“Mainnya nggak fair,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan.
Peternak pun ngasih warning ke pemerintah: kalau nggak ada regulasi tegas, ekosistem peternak rakyat bisa benar-benar tamat.
Mereka minta pembatasan korporasi, larangan jual langsung ke pasar tradisional, dan stabilisasi harga. Nggak muluk, tapi sejauh ini terasa jauh.
Sementara itu, Kepala Disnakan Magetan, Nurhayani, mencoba meredam situasi.
Ia bilang aspirasi sudah ditampung, tapi lagi-lagi bola dilempar ke pusat.
“Regulasi memang kewenangan pemerintah pusat, tapi kami akan kawal sampai ke kementerian dan Badan Pangan Nasional,” ujar Nur.
Janji pun kembali dilontarkan. Peternak akan difasilitasi audiensi ke Jakarta dalam waktu dekat. Tapi pertanyaannya: cukup nggak?
Aksi berjalan tertib, tapi pesan yang ditinggalkan cukup keras: peternak rakyat nggak butuh simpati, mereka butuh solusi.
Kalau “CEO-CEO kecil” ini tumbang semua, tersisa cuma pemain besar. Dan kalau itu terjadi, siap-siap saja harga di pasar nanti bukan lagi soal murah atau mahal tapi soal siapa yang pegang kendali.
Jurnalis: Tim Redaksi.