SKI News

Normalisasi Drainase–Irigasi Digeber, Bunda Nanik Gaspol Cegah Banjir Berulang

Published

on

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Pasca banjir dipicu luapan saluran drainase dan irigasi di sejumlah titik, Pemerintah Kabupaten Magetan langsung tancap gas.

Evluasi menyeluruh pun dilakukan sebagai langkah konkret agar kejadian serupa tak terus berulang.

Dirilis darii Prokopim Magetan, Bupati Magetan, Bunda Nanik Endang Rusminiarti akrab disapa Bunda Nanik Sumantri menegaskan pentingnya langkah strategis berbasis data lapangan.

Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan riil sebagai dasar pengambilan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran.

“Semua harus bergerak. Data di lapangan itu kunci, biar penanganannya nggak asal-asalan, tapi tepat sasaran,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bunda Nanik juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dinilai krusial, mengingat kewenangan pengelolaan jaringan air terbagi di berbagai instansi.

Beberapa titik seperti aliran Sungai Tengah berada di bawah kewenangan BBWS Bengawan Solo, sementara lainnya ditangani Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Magetan, Eko Budiono, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi permanen.

“Kami ingin penyebab banjir segera terpetakan dan dikoordinasikan, supaya ada penanganan konkret dan solusi jangka panjang,” ujarnya.

Bunda Nanik juga mengajak masyarakat untuk ikut ambil peran. Dukungan terhadap program normalisasi sungai dinilai penting agar fungsi aliran air kembali optimal.

“Kami berharap masyarakat ikut mendukung. Kalau sungai kembali normal, dampaknya juga langsung dirasakan bersama,” ungkapnya.

Berdasarkan data Stasiun DAM Jejeruk, curah hujan saat kejadian mencapai 145 mm angka yang cukup tinggi dan menjadi salah satu pemicu utama banjir. Ditambah lagi, menurunnya fungsi drainase dan irigasi memperparah genangan di sejumlah wilayah.

Sebagai respons cepat, Pemkab Magetan tak hanya fokus pada solusi jangka panjang, tapi juga langkah taktis di lapangan.

Mulai dari perbaikan Jalan Mayjen Sungkono, audiensi dengan warga terkait normalisasi sungai menggunakan alat berat, hingga assessment menyeluruh jaringan irigasi dari hulu sampai hilir.

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Magetan juga bergerak cepat dengan kerja bakti membantu warga terdampak sebagai bentuk respons darurat.

Pemerintah kabupaten Magetan menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan banjir, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga lingkungan.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version