SKI News
Mengenal Lebih Jauh Kedua Pengantin, Edgar dan Tanjung Putri Bupati Magetan
KEDUA PENGANTIN: Edgar Stunsera BSc MSc PhD dan Tanjung Retno Wigati SAk MSc MS Ak saat menunjukan buku nikah
Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Alunan gending jawa Kebo Giro berkumandang di pendopo surya Graha Kabupaten Magetan. Ratusan pasang mata menuju kearah kedua pengantin saat melangkah menuju altar pelaminan.MInggu (20/01/2019) lalu.
Konsep pernikahan Jawa ini sangat istimewa, dia adalah Tanjung Retno Wigati SAk MSc MS Ak yang dipersunting oleh Edgar Stunsera BSc MSc PhD pria asal negeri Amsterdam Netherlands.
Tanjung Retno Wigati merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ini merupakan putri Bupati Magetan Suprawoto.
Keduanya merupakan teman satu kampus di negeri kincir yakni di Amsterdam University di Netherlands.
Sebelum kuliah S2 di Netherlands putri Pasangan dari Suprawoto dan TItik Widarti ini telah menyelesaikan kuliahnya S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya. Karena kepandaiannya dalam mata kuliah akhinya ia mendapatkan beasiswa unggulan dari Kemendikbud untuk meneruskan program magister akuntansi di Amsterdam University, di Amsterdam, Netherlands.
Semenjak kuliah di Netherlands Gadis 27 tahun itu bertemu dengan Edgar Stunsera. Pria 30 tahun tersebut kuliah di Amsterdam University mengambil program doctoral ilmu batu-batuan luar angkasa. “Anak saya dan mantu saya satu kampus tapi beda jurusan,”kata Suprawoto.
Suprawoto menjelaskan, saat ini setelah tamat dari program magister akuntansi, ‘si nduk’ mendapat pekerjaan sebagai akuntas dikantor akun publik di Amsterdam Netherlands.”Sedangkan Edgar mendapat tawaran pekerjaan disebuah lembaga riset perguruan tinggi di Washington Dc selama 2 tahun,”bangga Suprawoto.
“Edgar ingin punya pengalaman di luar Amsterdam. Tapi, nantinya akan kembali ke Amsterdam sebagai dosen di Amsterdam University,” jelas Suprawoto di sela acara akad nikah.
Pada awalnya pernikahan beda negara antara Indonesia dan Netherlands, sempat menimbulkan kekhawatiran bagi Suprawoto, karena Tanjung adalah anak perempuan.
“Saya yakin bahwa setiap orang tua pasti punya rasa khawatir ketika melepas anaknya berumah tangga. Tapi, di jaman sekarang kita tidak perlu khawatir. Apalagi anak jaman sekarang lebih matang. Sebagai wong Jawa, saya menaik turunkan perasaan itu, dan saya mempercayai keduanya dewasa dan matang dalam berumah tangga,” ungkapnya dengan optimis.
FOTO BARENG: Dari kiri Suprawoto-Titik Sudarti, Edgar Stunsera-Tanjung Retno Wigati , Lilian Aben Steenstra-Eddy Pieter Steenstra
Dari sisi lain Suprawoto berpikiran bahwa putrinya yang akan membangun rumah tangga dan tinggal di Amsterdam Netherlands, sebagai pioneer bagi keluarga besar atau masyarakat yang membutuhkan.
“Anggap saja Tanjung sebagai pioneer, seperti saat saya ketika bekerja di Jakarta dan keluarga saya di Surabaya. Saya adalah pioneer bagi keluarga yang ketika membutuhkan informasi tentang Jakarta atau minimal menjadi jujugan saat mereka ke Jakarta,” papar Suprawoto.
Presesi ijab Kabul dilakukan secara akad Islam terpaksa diulang tiga kali karena Edgar saat itu nampak tegang dan masih kurang paham dengan tata cara. Namun berlahan setelah dipandu akhirnya Edgar dengan lantang mengucapkan kalimat “Saya Terima nikahnya Tanjung Retno Wigati dengan seperangkat perhiasan emas secara tunai.
Sementara itu usai seserahan seperangkat alat shalat dan Al Quran tiga bahasa, serta berbagai pernik busana dan aksesoris perempuan serta perhiasan emas kedua pengantin melanjutkan sungkem kedua orang tua.
Dalam acara pernikahan Edgar dan Tanjung hadir pula dua orang tua Edgar, Eddy Pieter Steenstra-Lilian Aben Steenstra, dari Amsterdam serta adik perempuannya.Cahyo.