SKI News

KKN T Unesa 5 Magetan : BANARAYA Bikin Pekarangan Banyudono Tak Lagi Nganggur, Warga Diajak Rajin Nandur

Published

on

Mahasiswa KKN-T Unesa 5 Magetan bersama pemerintah dan warga Desa Banyudono berfoto bersama di Balai Desa Banyudono usai melaksanakan kegiatan program KKN.

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Pekarangan rumah warga Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Magetan, didorong agar tak lagi nganggur.

Melalui program BANARAYA (Banyudono Nandur Raya), Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) UNESA 2026 bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHP) Kabupaten Magetan membagikan aneka bibit tanaman kepada warga, Jumat (11/9/2026).

Sebanyak 25 bibit pisang raja, 10 bibit sukun, 10 bibit petai dan 10 bibit jambu air disalurkan.

Selain itu, warga mendapat bibit sayuran berupa kangkung, bayam, sawi, terong dan cabai rawit.

Program mengusung tema “Menanam dalam Kebersamaan, Merawat dalam Kepedulian, Menumbuhkan dalam Keberlanjutan.” Sasaran utamanya mendorong kepedulian lingkungan sekaligus memberdayakan ibu-ibu PKK agar mampu memanfaatkan pekarangan secara produktif.

Bibit sayuran diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri.

Hasil tanaman juga berpeluang menambah pendapatan keluarga.

Kegiatan berlangsung di Balai Desa Banyudono. Kepala desa beserta perangkat desa dan anggota PKK turut hadir.

Kolaborasi tersebut diharapkan memastikan bibit tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus dirawat dan dimanfaatkan warga.

Ketua KKNT UNESA 2026 Desa Banyudono, Zidni, mengatakan BANARAYA dirancang agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“BANARAYA kami harapkan tidak berhenti pada penyaluran bibit, tetapi menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman secara berkelanjutan,” ujar Zidni.

Kepala Desa Banyudono, Supriyono, mengapresiasi program mahasiswa KKNT UNESA serta sinergi bersama Dinas TPHP Magetan.

“Terima kasih untuk kegiatan itu, sangat baik dan mudah-mudahan nanti bisa bermanfaat bagi warga Banyudono. Harapannya bibitnya bisa tumbuh dengan subur, dirawat dengan baik, dan bisa menghasilkan,” katanya.

Ia menyebut sejumlah tanaman hasil penanaman sebelumnya bahkan sudah mulai berbuah.

Sementara itu, perangkat Desa Banyudono, Heru, menilai bantuan bibit tersebut bermanfaat bagi warga.

Namun, kondisi musim kemarau membuat perawatan tanaman perlu mendapat perhatian.

“Untuk bibit insyaallah sangat berguna dan bermanfaat terutama di lokasi yang strategis. Nantinya menunggu pihak desa untuk tindak lanjutnya karena mengingat saat ini masih musim kemarau,” ujar Heru.

Anggota PKK Desa Banyudono, Safitri, mengaku program tersebut memotivasi ibu-ibu memanfaatkan pekarangan rumah.

“Program ini memotivasi ibu-ibu agar di pekarangan ada tumbuhan seperti pisang dan bisa untuk menambah ekonomi karena bisa dijual buahnya dan daunnya dijual untuk bungkus tempe,” katanya.

Melalui BANARAYA, KKNT UNESA 2026 bersama Dinas TPHP Magetan mendorong budaya menanam sekaligus memperkuat kemandirian pangan, pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pekarangan hijau, dapur terbantu, ekonomi pun bisa ikut tumbuh.**

Jurnalis: Tim Redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version