SKI News
Kesadaran Merawat Nasionalisme Melalui Budaya dan Kearifan Lokal
Suarakumandang.com, BERITA NGAWI. Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen Kominfo) pusat gelar webinar atau seminar online bersama forum pendidikan karakter Pancasila dengan gerakan seniman masuk sekolah dengan tema Kesadaran Merawat Nasionalisme Melalui Budaya dan Kearifan Lokal. Acara yang dihadiri kalangan pendidik, seniman dan juga peserta didik tingkat SMA/SMK diadakan di Pendopo Wedya Graha Pemerintah Kabupaten Ngawi, Sabtu, (25/06/2022).
Restu Gunawan, Direktur Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan bahwa kegiatan yang bertajuk ”Kesadaran Merawat Nasionalisme Melalui Budaya dan Kearifan Lokal” tersebut, mengingatkan akan pentingnya kesadaran merawat nasionalisme, salah satunya melalui kearifan lokal.
“Masyarakat tidak memahami kearifan lokal diibaratkan seperti pohon yang kehilangan akarnya sehingga mudah sekali tumbang,” ujar Restu.
Dijelaskan pula, namun demikian fanatisme berlebihan terhadap kearifan lokal, bisa berakibat masyarakat menjadi tidak berkembang.
Lanjutnya, kearifan lokal akan bisa tumbuh berkembang jika bersinergi dengan kepentingan nasional dan global, sehingga nilai-nilai setiap daerah harus dikembangkan sesuai kepentingan lokal, tetapi tidak boleh bertentangan dengan kepentingan nasional, dengan begitu kearifan lokal dapat memperkokoh kepentingan nasional dan menjadi satu kesatuan yang saling mengisi.
Masih kata Restu, kearifan lokal yang dikemas dengan bagus, dapat menjadi pertunjukan tingkat nasional, bahkan diminati warga dari mancanegara.
Restu mencontohkan, tari dan seni tradisi dari Solo Jawa Tengah yang digelar di Prancis beberapa lalu, hingga menarik minat orang asing. “Dan bukan tidak mungkin, hal tersebut bisa terjadi pada Ngawi,” kata Restu.
“Kami harapkan orang Ngawi menjadi pewaris Indonesia dan menjadi diaspora untuk perkembangan budaya Ngawi di tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.
Dalam hal ini, pentingnya kesadaran merawat nasionalisme melalui budaya, salah satunya melalui gerakan seniman masuk sekolah, yang mana gerakan tersebut seniman tidak hanya melatih seni tari dan merawat tradisi, namun lebih kepada mengubah mindset atau wawasan untuk menjadi subyek atau pelopor nasionalisme di masa depan.
Sementara, Hariyono Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjelaskan bahwa adanya gerakan seniman masuk sekolah merupakan upaya Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat, serta sekolah, secara bersama-sama untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila melalui olah rasa yang ada pada seni budaya tersebut.
“Bahwa olah rasa yang ada pada seni tari, dan seni yang lain, mengajarkan nilai toleransi, kerja sama, percaya diri dan lain-lain,” papar Hariyono.
Dikatakan, dengan seniman terlibat langsung, serta peserta didik dapat mengambil manfaat, maka nilai tradisi yang ada pada seni dapat menjadi nilai yang memperkuat ke-Indonesiaan.
“Gerakan seniman masuk sekolah ini akan dilakukan melalui ekstra kurikuler sehingga tidak mengganggu kurikulum yang berlaku,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Hakimi.