SKI News
Ini Yang dilakukan Dinas Perkim Ngawi Untuk Hadapi Kekeringan
Suarakumandang.com, BRITA NGAWI. Musim kemarau Tahun 2023 puncaknya akan terjadi pada bulan September. Unuk mengantisipasi kekeringan Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaen Ngawi, Jawa Timur membangun tower air.
Pipit Dwi Herlina, Kabid Kepala Dinas Perkim mengatakan permasalahan air bersih atau air minum di Ngawi bukan merupakan permasalahan yang tidak baru lagi.
“Kita sudah lakukan intervensi dengan pembangunan sistem air minum, yang mencakup pengadaan tower, instalasi, pipa hingga sambungan rumah,”ujar Pipit.
Saat ini total sudah ada 30 program penyediaan air minum, meliputi 8 program pembangunan, 8 program peningkatan dan 14 program pengembangan atau perluasan
yang dianggarkan bersama dengan program sanitasi dari DAK dan DAU, total sebesar Rp 9,1 Milyar.
“Dengan pembangunan sistem air minum tersebut, daerah rawan kekeringan dapat diatasi kebutuhan air bersihnya,”tutur Pipit.
Sementara Teguh Puryadi, Kabid kedaruratan dan logistik Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ngawi. Menjelaskan ada 9 kecamatan dengan total 32 desa yang rawan dengan kekeringan.
“Berturut-turut yang mengalami kekeringan yakni kecamatan Bringin ada 7 desa, Widodaren ada 2 desa, Kasreman ada 4 desa, Sine ada 2 desa, Ngawi ada 2 desa, Pitu ada 6 desa, Kedunggalar ada 2 desa, Karanganyar ada 4 desa serta Mantingan 3 desa,”papaprnya.
Dijelaskan, keberadaan pembangunan sistem air minum di daerah rawan kekeringan, sangat membantu kebutuhan air bersih di daerah tersebut,
sehingga mengurangi droping air yang biasanya diberikan ke daerah-daerah tersebut.
Meskipun kemarau sudah berjalan tiga bulan lebih sejak April 2023 lalu,
namun hingga sampai saat ini belum ada permintaan droping air bersih kepada BPBD.
“Meski demikian pihak kami tetap standby menunggu pengajuan air bersih dari desa, hingga September 2023 mendatang,”ucapnya.
Sementara itu, pihak pemerintah Ngawi untuk upaya antisipasi kekeringan,
dihimbau agar masyarakat bisa hemat air bersih dan penanaman pohon atau penghijauan untuk melindungi sumber air dan mencegah longsor.
Jurnalis: Ahmad Hakimi.