SKI News
Hoaks dan Radikalisme Musuh dalam Islam
Tauziah KH Khomari dihadapan warga Barat Magetan tentang bahaya radikalisme dan perilaku penyebar hoaks dapat menyesatkan kaum muslimin.
Suarakumandang.com,BERITA NGAWI.Larangan keras bagi umat muslim untuk membuat dan percaya terhadap berita hoaks , menjadi seruan dari pengajian umum warga dusun sumberagung desa Jonggrang kecamtan Barat, dalam pengajian umum dan halal bihalal ,Senin (24/ 06/2019).
Seruan larangan tersebut di sampaikan oleh kyai kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Kedunggalar Ngawi KH Khomari ketika menyoroti maraknya kabar kabar provokatif dan menyesatkan berdalil agama yang menghinggapi kaum muslimin belakangan ini.
“Yang kali pertama menyebar berita hoaks adalah iblis. Yang membujuk Nabi Adam dan Ibu Hawa hingga akhirnya keduanya diturunkan dari surga ke bumi adalah iblis,” ujar KH Khomari, dihadapan para mubaliq dan jamaah pengajian kepada jurnalis Suara kumandang.
Karena itu, lanjut Khomari, menyebar berita hoaks tidak patut ditiru oleh umat Islam, khususnya para generasi muda, penyebar hoaks adalah tabiat iblis untuk menjerumuskan manusia ke jurang kerusakan. “Jangan menyebar berita hoaks. Itu sama saja ( perbuatan ) iblis,”jelasnya.
Kepada jamaah KH Khomari juga menjelaskan jika hoaks juga dapat menjadi media penyubur bagi tumbuhnya paham radikalisme, hingga mengarah pada tindak terorisme hanya beralasan untuk mengamalkan syariah Islam. Padahal Islam tidak mengajarkan umatnya untuk jadi teroris, dan tidak menyuruh menyebar ketakutan di muka bumi. Islam anti terorisme, tidak menganut paham garis , apalagi mengajarkan kekerasan, membunuh manusia tanpa dasar yang jelas.
“Membunuh tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.Apalagi membunuh sesama mukmin adalah dosa besar dan ganjarannya neraka jahanam,” tuturnya. melakukan bom bunuh diri hingga menewaskan sejumlah manusia, tindakan itu adalah salah fatal, dan itu bukan Jihad dalam pengertian Islam. Lebih baik umat Islam melakukan jihad dengan beribadah, bersedekah, serta berusaha menjadi orang bertakwa.
Menurut Khomari, Islam agama yang diturunkan Alloh SWT lewat Nabi Muhammad SAW hanya untuk keselamatan umat, mengedepankan toleransi dan menjadi rahmat seluruh umat. Hakiki ajaran agama Islam, yakni Agama Rahmatan Lil Aalamiin.
“Bahkan Rosulullah SAW memberi batasan ketat terhadap tindakan perang yaitu , adalah jalan terakhir yang tidak bisa dihindari karena umat Islam terancam dibunuh. Itupun dengan ketentuan tidak menyakiti atau membunuh anak-anak, wanita, orangtua sudah lanjut.Bahkan binatang dilarang untuk dibunuh., dilarang menebang atau merusak pohon atau tanaman seperti kurma dan lainnya. Apalagi perlakuan bagi tawanan tidak boleh disakiti dan disiksa sedikitpun.” Jelas Khomari lebih dalam.
Pengajian umum bertema Mencegah radikalisme/paham garis keras untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamiin ini diinisiasi oleh Gerakan Anak Sumber Agung ( GANAS ), dihadiri ratusan warga, baik kalangan anak-anak, remaja hingga para orangtua.
Jurnalis: Ahmad Hakimi