SKI News

Hasil Rapid Test Di Pondok Temboro, 31 santri dinyatakan Reaktif

Published

on

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Selama dua hari ini terhitung mulai Selasa, (21/04/2020) tim gugus tugas COVID-19 kabupaten Magetan, bersama pemerintah propinsi  jawa timur melakukan rapid test kepada  sejumlah Santri Pondok Pesantren Al Fatah di desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Rapid Test dilakukan setelah 43 santri asal Malaysia dinyatakan terinfeksi virus corona atau covid 19 oleh kementrian kesehatan Malaysia (KKM) melalui bupati Magetan Suprawoto dalam jumpa persnya  yang digelar di Posko Penaggulangan bencana non alam, senin, (20/04/2020) lalu.

 “Hari kedua ini tim gabungan dari pemerintah kabupaten Magetan dan pemerintah propinsi jawa timur total mencapai 305 santri Pondok Pesantren Al Fatah,”ujar Saif Muchlissun juga Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Magetan sekaligus jubir Bupati Magetan.

 Masih kata Saif, sejumlah  santri tersebut berasal dari berbagai daerah, propinsi di Indonesia dan luar negeri, terdiri Malaysia 118 santri,  Kamboja 5  santri, Philipina 7 santri, Thailand 26 santri, Vietnam 5 santri, Singapura 1 santri atau total  santri asing seluruhnya 162 orang. Sedangkan dari Indonesia  sendiri sebanyak 143 dari berbagai daerah.

 “Dari hasil dari rapid tes sampai sekarang ini sebanyak 31 reaktif dari Malaysia 14 santri, Thailand 4 santri, Kamboja 1 santri, Magetan 2 santri dan Makasar 2 santri,” jelas Saif.

Lanjut Saif, Jambi, Papua, Sumbar, Lampung, Kendari, Lombok, Kaltara, Kabupaten Temanggung (Jateng) masing masing 1 santri.

“Saat ini ke-31 santri telah diuji swab, hasilnya dikirim ke pemerintah propinsi jawa timur. Soal hasil, kami masih menunggu dalam beberapa hari ke depan,”kata Saif.

Saif menjelaskan, bahwa Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh. ”Hasil rapid test tidak bisa digunakan sebagai dasar untuk menentukan orang itu terkena  virus corona atau Covid-19 di dalam tubuh,”kata Saif.

Dikatakan, untuk menginformasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan tes swab dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

“Sedangkan Hasil rapid test adalah reaktif ada reaksi terhadap keberadaan antibodi atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Masih kata Saif, jika  hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh. “Bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19,”pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version