SKI News
Gunung Tapak Bimo Terbakar, Api Makin Mendekati Rumah Warga
Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Perangkat Desa dan Perhutani berjibaku memadamkan kebakaran hutan di Gunung Tapak Bimo, Dukuh Brambang, Desa Duri, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Pemadaman dilakukan secara manual dengan cara gepyok karena medan terjal dan sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Warga di lereng Gunung Tapak Bimo, Dukuh Brambang, Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, dibuat waswas. Kebakaran hutan kembali terjadi dan kali ini kobaran api mulai mendekati permukiman warga.
Kebakaran melanda kawasan hutan yang berada di Petak 55C RPH Karangpatihan, BKPH Ponorogo Barat, KPH Lawu Ds. Kawasan tersebut ditumbuhi tanaman jati dan sebagian merupakan lahan milik Perum Perhutani.
Belum diketahui pasti penyebab munculnya api. Namun, warga menyebut kepulan asap mulai terlihat sejak Jumat sore dari bagian atas gunung. Api kemudian merembet dan semakin meluas.
“Awalnya sore itu kelihatan di atas. Mungkin karena tidak ada upaya pemadaman jadi apinya semakin membesar dan mendekati ke pemukiman,” kata Agung Susanto, warga sekitar.
Kobaran api yang terus membesar membuat warga yang tinggal di lereng gunung meminta bantuan petugas untuk melakukan pemadaman. Petugas BPBD Ponorogo kemudian melakukan monitoring dan langsung bergerak ke lokasi.
Namun, medan yang terjal dan sulit dijangkau membuat pemadaman tidak bisa dilakukan menggunakan mobil tangki maupun penyemprotan air. Petugas terpaksa menggunakan cara manual dengan teknik gepyok untuk memutus dan memadamkan api.
“Sebelumnya petugas piket mendapat laporan dan kita langsung menindaklanjuti. Karena lokasinya yang terjal pemadaman dengan cara manual yaitu di gepyok,” ujar Gilang Gemilang A.M., Satgas PBB Ponorogo.
Berdasarkan pantauan sementara, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Masing-masing sekitar satu hektare merupakan lahan desa dan satu hektare lainnya berada di kawasan milik Perum Perhutani.
Yang bikin warga makin deg-degan, jarak titik api dengan permukiman saat ini diperkirakan hanya sekitar 100 meter.
“Jarak antara titik api dengan pemukiman warga saat ini sekitar 100 meter. Kita terus berupaya untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Pemadaman melibatkan sejumlah unsur, mulai dari BPBD Ponorogo, Koramil, Polsek Slahung, perangkat desa hingga petugas Perhutani. Petugas masih berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga.*…
Jurnalis: Priyam.