SKI News

Geliat Lintas Parpol Non Parlemen ditengah Bencana Kekeringan

Published

on

Droping air Forum Lintas Partai Kab.Ngawi desa Kenongorejo bantu warga krisis air

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI.Meskipun tidak berhasil mendudukan perwakilanya di kursi parlemen DPRD kabupaten Ngawi, Jawa Timur beberapa partai peserta pemilu 2019, tidak patah arang untuk berkontribusi kepada masyarakat, ditengah menjaga roda aktifitas kepartaian.

Sebanyak 6 Partai yang tergabung dalam Forum Lintas Partai Kab. Ngawi berbakti sosial mendistribusikan air bersih ke beberapa desa terdampak kekeringan. Keenam partai tersebut yaitu Partai Perindo, Partai Garuda, Partai Berkarya, PKPI, PSI dan Partai Bulan Bintang.

Sebanyak dua truk tangki air dikerahkan untuk membantu warga dusun Kaliuluh desa Kenongorejo kecamtan Bringin, Senin, ( 23/09/2018). Menurut Ketua DPD Partai Perindo Susanto, baksos ini merupakan kali kedua setelah dusun Boan desa Sumberbening di kecamatan yang sama dua minggu yang lalu.

“ Kegiatan ini merupakan komitmen kami untuk selalu berada ditengah masyarakat, terutama disaat warga perlu bantuan seperti kesulitan air akibat kemarau sekarang ini,” kata Susanto.

“Kami tidak ingin berpangku tangan meskipun ada pemerintah daerah yang berperan penting dalam hal ini, dan kami sadar dengan cara bahu membahu kesulitan warga dapat teratasi,” imbuh Susanto.

Hanya saja Susanto menyayangkan hingga kini belum ada terobosan atau pun cara yang lebih efektif untuk mengatasi dampak kekeringan di wilayah Ngawi terutama pada daerah bagian utara yang selalu menjadi langganan.

“Kami berharap agar pemerintahan daerah beserta wakil rakyat yang baru terpilih, kedepan mempunyai visi misi yang bisa menghentikan permasalahan kekeringan di daerah ini agar tidak selalu terulang setiap tahunnya,” pungkas Susanto.

Dua hari rela tidak mandi demi menghemat air

air sudah datang, minumlah sepuasmu nak”

Desa Kenongorejo, merupakan salah satu desa yang cukup parah di kecamtan Bringin terutama di dusun Kaliuluh. Di dusun ini ada sekitar 200 KK yang kesulitan mendapatkan air setiap musim kemarau tiba. Meskipun lokasinya berada disekitar waduk Pondok, namun mata air yang menopang hidup kebutuhan warga selalu kering seiring surutnya permukaan air waduk.

Bahkan pada puncaknya medio bulan Agustus – September, warga harus rela tidak mandi hingga dua hari untuk menghemat persediaan air. Droping air dari pemerintah daerah melaui BPBD, hanya cukup untuk persediaan sekitar tiga hari, setelah itu harus menunggu droping berikutnya yang tidak pasti kedatanganya.

“Sumur rumah kami sudah kering lebih dahulu, kemudian menyusul mata air dilingkungan desa yang dengan cepat juga ikut mengering. Mulai saat itulah kami hanya bergantung dari bantuan droping air dari Ngawi,” tutur Senen, kepala dusun Kaliuluh.

Selain desa Kenongorejo setidaknya ada 6 desa di kecamatan Bringin dalam kondisi yang hampir sama. Selain akses menuju lokasi kurang memadai, topografi berupa perbukitan kapur menjadi faktor alam yang mengakibatkan krisis air sering terjadi di daerah ini.

Jurnalis: A.M. Mustofa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version