SKI News
Gelar Pasar Murah, Pemkab Ngawi Langsung Datangkan Produsen
Pasar murah yang digelar selama 2 hari ini dibuka langsung oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau Kanang, bersama pejabat Forpimda, dengan pengguntingan pita di pintu gerbang masuk stan pasar murah.
Setidaknya ada 50an stand pengusaha mikro dan menengah yang menyediakan berbagai dagangan baik berupa barang maupun jasa.
Dalam sambutan pembuka Bupati Ngawi menyampaikan jika pemerintah daerah dan stake holder terkait mengupayakan gelaran pasar murah agar dapat membantu masyarakat menengah ke bawah.
“Pasar murah ini agar betul-betul dapat dimanfaatkan dan tidak disalahgunakan oleh oknum masyarakat tertentu untuk mengambil keuntungan dengan dijual kembali” kata Kanang.
Utamanya yang berkaitan dengan moment lebaran, stand sembako paling banyak diserbu oleh para pengunjung karena harganya lebih murah dari pasaran.
Kisaran harga-harga sembako yang dijajakan mulai dari telur perkilo Rp 22.000, minyak goreng perliter Rp 10.500, gula pasir perkilo Rp 10.800, mie instan satu dos Rp 85.000, mie goreng Rp 90.000 satu dos, dan beras perkilo 9000, atau rata rata setara 20% lebih murah.
Menurut Kepala Disperindag Ngawi, Yusuf Rosadi, para peserta pasar murah ini berkomitmen memberikan harga lebih murah dari pasaran demi membantu warga menghadapi lonjakan harga jelang lebaran.
“Semua komoditas terutama sembako langsung kita beli dari produsen lokal, seperti telor langsung dari peternak, sayuran seperti bawang merah langsung dari petani, kecuali beras kita beli dari bulog dengan beragam kualitas beras, prinsipnya kita memotong jalur distribusi agar harganya lebih murah ” kata Yusuf.
Tidak hanya stand sembako, pasar murah juga diramaikan dengan stand aneka kue lebaran, fashion, aksesoris, handy craft atau kerajinan serta furniture. Selain itu terdapat stand jasa lain-lain seperti penukaran uang dan bahkan Penggadaian, turut menyedot antusias pengunjung.
Jurnalis: Ahmad Hakimi