SKI News
Empat Anak Lu’luatun Nikmah Jadi Perhatian, Pemkab Ponorogo Siapkan Pengasuhan dan Beasiswa
Suasana rumah duka Lu’luatun Nikmah di Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, menyisakan duka mendalam. Kepergian ibu empat anak tersebut mengundang empati berbagai pihak. Pemkab Ponorogo bersama Baznas menyiapkan pendampingan pengasuhan, bantuan pendidikan, dan pemulihan psikologis bagi anak-anak almarhumah
Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyiapkan pendampingan pengasuhan, bantuan kebutuhan hidup, beasiswa pendidikan, hingga pemulihan psikologis bagi empat anak Lu’luatun Nikmah, warga Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, menjadi yatim piatu setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia.
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita saat mengunjungi rumah duka bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ponorogo, Rabu (21/10/2026).
“Negara hadir untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang memerlukan pengasuhan,” kata Lisdyarita.
Empat anak tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari kebutuhan fisik dan finansial, pendampingan emosional dan moral, hingga perlindungan hukum.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Ponorogo akan bersinergi dengan Baznas untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
Bantuan juga diarahkan pada keberlanjutan pendidikan. Tiga anak masih duduk di bangku sekolah dasar dan pesantren, sedangkan anak bungsu baru berusia 3,5 tahun.
“Kita yakinkan ke anak-anak ini bahwa mereka tidak sendirian. Masih ada keluarga, masyarakat, dan pemerintah yang peduli,” ujar Lisdyarita.
Ia menegaskan, pendampingan diperlukan agar anak-anak tetap memperoleh kehidupan layak, melanjutkan pendidikan, dan meraih cita-cita.
Lu’luatun Nikmah meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2026) saat mengantar anak bungsunya berobat ke bidan desa. Anak berusia 3,5 tahun itu mengalami muntah-muntah sehingga membutuhkan penanganan medis.
Di tengah perjalanan melintasi Jalan Raya Ponorogo–Pacitan, kondisi ibu berusia 38 tahun tersebut melemah akibat penyakit kronis. Ia sempat menepikan sepeda motornya sebelum akhirnya terkulai dan meninggal dunia.
Dinas Sosial P3A Ponorogo berencana memberikan pendampingan psikologis melalui program trauma healing untuk membantu pemulihan kondisi emosional anak tersebut.
Sebelum Lu’luatun Nikmah meninggal, empat anak itu telah kehilangan ayah mereka sekitar dua tahun lalu. Sejak saat itu, almarhumah menjadi orang tua tunggal sekaligus tulang punggung keluarga.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Lu’luatun bekerja serabutan. Ia mengumpulkan daun pisang untuk dijual ke warung-warung, berdagang rujak dan asinan, serta mengumpulkan kain perca.
Kini, setelah kepergian ibunya, empat anak tersebut membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah agar tetap memperoleh pengasuhan serta masa depan lebih baik.
Pemkab Ponorogo bersama Baznas dan perangkat terkait menyiapkan sinergi bantuan agar kebutuhan dasar, pendidikan, serta pendampingan psikologis anak-anak tersebut mendapat perhatian**.
Jurnalis: Tim Redaksi/ Adv.