SKI News

DPRD Magetan Minta Pemkab Tingkatkan Identifikasi Daerah Rawan Banjir

Published

on

Suyono Wiling Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Pasca banjir bandang yang melanda Kelurahan Tawanganom, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Sabtu (12/12/2020) lalu, meski tak banyak merusak fasilitas milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan, namun hal tersebut  menjadi sorotan DPRD Kabupaten Magetan.

“Banjir yang terjadi kemarin memang sangat besar, karena curah hujan yang sangat tinggi, kemudian menghasilkan air yang berlimpah, karena sesuai kodratnya air mengalir dari tempat tinggi yang lebih rendah,” ujar Suyono Wiling Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magetan. Senin, (14/12/2020).

Lanjutnya, maka dari itu air tersebut perlu dikelola dengan baik agar membawa manfaat yang lebih.“Untuk itu perlu adanya tindakan-tindakan yang memadai, seperti jaringan irigasi, tampungan air, resepan dan konservasi yang memadai,”jelasnya.

“Namun dalam hal ini yang tak kalah terpenting adalah perawatan dan normalisasi infrastruktur yang sudah ada seperti saluran irigasi, sungai, telaga, waduk, embung dan masih banyak lainnya,” paparnya.

Menurutnya, dinas terkait  mempunyai kepala bagian dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) maka salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan adalah mengidentifikasi terhadap daerah-daerah yang rawan banjir dan mengidentifikasi saluran, sungai embung yang perlu di normalisasi dan perbaikan.

“Untuk identifikasi dan tindakan normalisasi itu sangat penting sekali, karena mengingat yang dinamakan musim penghujan itu siklus tahunan yang tidak bisa dielakan, sehingga saya tekankan kepada dinas terkait untuk lebih fokus pada promotif atau edukasi terhadap masyarakat dan preventif pencegahan,” terangnya.

Lebih lanjut, edukasi tentang pentingnya ketika membangun rumah  harus diikuti dengan resapan yang memadai dan lingkungan rumah untuk tidak “cor blok” atau di aspal. ”Oleh karena itu harus dibutuhkan resapan-resapan yang cukup sehingga tidak terjadi luapan-luapan air,” kata Wiling lagi.

“Namun dalam hal ini pemerintah juga harus memberi contoh ketika membangun gedung terminal maupun bangunan lainnya juga harus disertai resapan-resapan dan mengurangi penggunaan cor blok atau aspal,” ungkapnya.

Wiling juga berharap, pada musim penghujan tidak hanya memperhatikan pada saluran irigasi dan sungai, akan tetapi juga untuk memperhatikan terkait pohon yang sudah tua dan besar, sebab, pada musim penghujan masih banyak ditemui pohon besar tumbang  karena terkena hujan disertai angin besar.

Diketahui akibat dari banjir bandang Sabtu (12/12/2012) kemarin menyebabkan faslitas pemerintah Kabupaten Magetan di jalan Mayjen Sukowati Kelurahan Tawananom, Kecamatan/ Kabupaten Magetan, Jawa Timur sebagian mengalami rusak parah.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version