SKI News

Dimsum Incipono, Kuliner Khas China Curi Perhatian Warga Magetan

Published

on

Aulia sedang menunjukan dimasum

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Dimsum Incipono hadir sebagai salah satu pilihan kuliner khas China di Kabupaten Magetan.

Usaha milik Aulia menawarkan beragam menu dengan harga terjangkau serta cita rasa khas. Jumat,(28/8/2026)lalu.

Dimsum Incipono berlokasi di Ruko GM Business Centre, Jalan Monginsidi B 9, Watusirah, Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Usaha mulai beroperasi sejak awal Februari 2026 melalui sistem franchise dari Sidoarjo setelah keluarga Aulia memutuskan memanfaatkan ruko lama milik keluarga.

Sebelumnya, ruko sempat kosong dan belum memiliki fungsi. Setelah melalui diskusi keluarga, lokasi itu akhirnya dipilih sebagai tempat usaha kuliner.

“Awalnya bingung ruko lama ini mau dibuat apa, akhirnya diputuskan buka franchise dimsum dari Sidoarjo di sini,” ujar Aulia.

Dimsum Incipono menawarkan sejumlah menu, mulai dari dimsum, gyoza, wonton, kebab hingga risoles.

Konsumen dapat memilih makanan siap santap maupun produk frozen food.

Harga dimsum dibanderol mulai Rp 15 ribu. Gyoza mulai Rp 20 ribu, sedangkan wonton mulai Rp 15 ribu. Produk frozen food berupa kebab dijual Rp 40 ribu dan risoles Rp 35 ribu.

Menurut Aulia, cita rasa menjadi salah satu daya tarik utama Dimsum Incipono. Saus khas dengan rasa unik turut menjadi pembeda dari produk dimsum lain.

“Dimsum diminati anak-anak muda karena enak, rasa saosnya juga unik,” kata Aulia.

Aulia menyebut konsumen Dimsum Incipono berasal dari berbagai kelompok usia.

Pembeli rata-rata berada pada rentang usia 30 hingga 40 tahun. Konsumen berusia sekitar 35 tahun menjadi kelompok pembeli paling ramai.

Kondisi tersebut menunjukkan pasar Dimsum Incipono tidak hanya berasal dari kalangan anak muda, tetapi juga menjangkau kelompok usia lain.

Dari sisi pendapatan, Dimsum Incipono mampu mencatat omzet rata-rata Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per bulan.

Angka tersebut menjadi salah satu gambaran minat masyarakat terhadap produk kuliner khas China.

Selain berjualan di gerai, Aulia juga menjalankan aktivitas usaha dari rumahnya di Krowe, Lambeyan. Produk frozen food menjadi salah satu bagian usaha tersebut.

Untuk memperluas pemasaran, Aulia memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

TikTok dan Instagram menjadi dua platform utama untuk memperkenalkan menu serta produk Dimsum Incipono kepada masyarakat.

“Cara mempromosikan usaha ini pakai sosmed, TikTok sama Instagram,” tambah Aulia.

Sementara itu, dari sisi konsumen, rasa dan harga menjadi salah satu alasan pembeli memilih Dimsum Incipono.

Zahra, salah satu pembeli, mengaku telah beberapa kali membeli produk Dimsum Incipono.

Menurut Zahra, rasa menjadi alasan dirinya kembali membeli. Harga terjangkau serta pilihan menu yang beragam turut menjadi pertimbangan.

“Sudah beberapa kali beli di sini. Menurut saya rasanya enak, terutama sausnya. Harganya juga masih terjangkau dan pilihan menunya cukup banyak,” ujar Zahra.

Hal serupa disampaikan Vili, pembeli Dimsum Incipono. Ia mengaku telah beberapa kali membeli produk tersebut dan menilai rasa serta harga menjadi daya tarik utama.

“Sudah beberapa kali juga beli di sini. Rasanya enak dan cocok, porsinya juga cukup. Harganya menurut saya sesuai dengan rasanya,” ungkapnya.

Minat konsumen turut terlihat dari adanya pembelian berulang. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran penerimaan masyarakat terhadap produk Dimsum Incipono.

Kehadiran Dimsum Incipono menambah pilihan kuliner khas China di Kabupaten Magetan.

Beragam menu, harga yang terjangkau, cita rasa yang menjadi daya tarik, serta pemanfaatan media sosial menjadi bagian dari perkembangan usaha tersebut.

Adanya pembelian berulang dari konsumen juga menunjukkan bahwa produk Dimsum Incipono telah mendapat respons positif dari masyarakat.*.

Jurnalis: Tim Redaksi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version