SKI News

Di Tengah Pandemi Covid 19, Penjual Bunga di Magetan Ziarah Tetap Ramai

Published

on

Sejumlah pedagang bunga ziarah yang sibuk melayani pembeli di pasar sayur Magetan

Suarakumandang.com,  BERITA MAGETAN. Sedikitnya ada 20 pedagang bunga ziarah di sebelah utara dan selatan pintu masuk pasar sayur Magetan, Jawa Timur sejak 4 hari menjelang Ramadhan diserbu pembeli. Bahkan dari sejumlah pedagang mengaku kewalahan saat  melayani pembeli.

Seperti Siti (42) pedagang bunga ziarah warga Desa Kalang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan mengaku dalam satu hari mampu menghasilkan uang sekitar Rp. 500.000,- sampai Rp. 600.000.

“Hari ke-4 Ini hari terakhir, soalnya besok sudah mulai puasa. Saya jualan bunga ziarah ini sudah 4 hari ini atau menjelang bulan Ramadhan,” ujar Siti, penjual bunga ziarah.Kamis, (23/04/2020).

Dia juga mengatakan, bahwa dirinya dibantu oleh putrinya berjualan sejak mulai Subuh hingga jelang Maghrib. ”Per hari saya mampu menghabiskan tanaman pandan kurang lebih ada 2 sampai 3 karung,” kata Siti sambil mengiris daun pandan.

“Satu kresek saya jual Rp. 5.000,- isinya daun pandan, bunga kenanga, bunga mawar, kantil, minyak pewangi,” ucap Siti kepada jurnalis Suara Kumandang.

Siti yang setiap hari biasanya berjualan anyaman bambu, terkait mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Magetan dia mengaku terpenting memakai masker dan selalu jaga jarak dengan pembeli.

“Karena mewabahnya Virus Corona ini, sebenarnya Saya takut Mas, tapi mau bagaimana lagi Kami butuh untuk biaya hidup. Apalagi ini momen yang baik untuk mencari uang dari hasil jualan bunga ziarah,” ungkapnya.

Supi (45) salah satu pembeli asal Magetan mengaku membeli bunga ziarah untuk nyekar di makam. ”Ya kalau menjelang puasa kami biasanya melakukan nyekar ke makam, kami beli lima kresek , harganya per kresek Rp. 5.000,” kata Supi.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version