SKI News
Cegah COVID 19, 1000 Santri Di Magetan Jalani Rapid Test
Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Sedikitnya ada seribu santri asal Pondok pesantren Al Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dilakukan Rapid Test.
“Ya tadi kita lakukan Rapid Test dan jumlahnya hari ini baru 201 santri. Dan sebagian besar Santri dari Malaysia,”ujar Suprawoto Bupati Magetan, Selasa, (21/04/2020), usai disela-sela pembuatan video Greeting Hari Ramadhan di alun-alun Magetan.
Masih kata Suprawoto, rencananya nanti yang akan dirapid test berjumlah seribu Santri. “Mengingat APD yang dikenakan petugas berat maka kalau lama-lama nggak kuat dan kondisinya juga sangat terbatas, maka Rapid Test akan dilanjut besok,” kata Suprawoto.
“Mudah-mudahan dengan pengalaman hari ini, selanjutnya akan mulai pagi lakukan Rapid Test, sehingga bisa selesai dalam satu hari,” jelasnya.
Sedangkan yang melakukan Rapid Test terhadap 1000 Santri yakni dari tim kesehatan Kabupaten Magetan dibantu oleh tim kesehatan Propinsi Jawa Timur. “Jika dalam pengecekan banyak ditemukan orang-orang yang beresiko maka kita akan minta bantuan kepada bu Gubernur untuk mendatangkan alat Rapid Test dan tadi alatnya sangat terbatas sekali,”terang Suprawoto.
Terkait Santri asal Malaysia yang berjumlah 227 orang, Suprawoto juga mengatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan kedutaan besar Malaysia bahwa mereka (Kedutaan-red) menghendaki pulang ke Malaysia. ”Tadi saya kontak-kontak dengan teman dari kedutaan Malaysia mereka mengharapkan pulang,” kata Suprawoto lagi.
“Terkait Santri yang pulang pihak pemerintah Malaysia sendiri akan siap untuk mefasilitasi semuanya, sampai kalau misalnya sakit kami sudah koordinasi supaya disiapkan rumah sakitnya. Dan juga disampaikan bahwa rumah sakir dr Syaidiman Magetan juga sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien COVID 19,” paparnya.
Suprawoto juga menjelaskan bahwa di Desa Temboro nanti juga akan disediakan tempat isolasi. “ Jadi begini, hasil Rapid Test itu belum tentu positif. Kalau misalkan nanti hasilnya itu ada yang reaktif itu nanti kami lakukan swab test, jika nanti hasil swab test positif maka di pondok akan disiapkan tempat ruang isolasi ,”jelas Suprawoto.
“Jadi begini, orang yang diduga terkena COVID 19 ini kan belum tentu positif, kemudian dia tidak sakit dan oleh sebab itu diisolasi di Pondok. Dan bagi yang ingin pulang yang diduga itu harus sembuh dulu atau harus negative dulu,” ungkapnya.
Masih kata Suprawoto, sedangkan yang sakit dan positif covid 19 nanti akan dirawat dan diisolasi dirumah sakit sayidiman Magetan.
Sementara itu, pihak pemerintah Kabupaten Magetan untuk mencegah virus corona atau COVID 19 semakin menyebar, mulai Selasa (21/04/2020) Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan dilakukan physical distancing.
”Mulai hari ini untuk mencegah merebahnya virus corona dan COVID 19 pemerintah melakukan physical distancing secara ketat,”ucapnya.
“Untuk dapat mengontrol keluar masuknya masyarakat Desa Temboro disana hanya jalan tertentu saja yang bisa digunakan untuk keluar masuk masyarakat, ” pungkasnya.
Jurnalis: Cahyo Nugroho.