SKI PolHuKam

Bupati Ngawi: Tidak Patuhi New Normal, Damkar Akan Bertindak Bubarkan Kerumunan

Published

on

Posko induk pemadam kebakaran Ngawi di siapkan untuk mendukung penerapan new normal.

Suarakumandang.com,BERITA NGAWI. Dalam mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 Bupati Ngawi akan kerahkan armada pemadam kebakaran (damkar) untuk bubarkan warga yang nongkrong tengah malam karena tidak mematuhi protokol new normal.

Peringatan tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) Bupati yang akan berlaku mulai 1 Juli 2020. Surat tersebut ditujukan kepada para pedagang kaki lima terutama di sekitaran alun alun kota Ngawi, memuat jam operasional dari pukul 16:00 WIB hingga pukul23:00 WIB.

Selain itu, ketentuan juga kepada pembeli disekitaran alun alun dan pendopo kabupaten untuk mematuhi surat edaran tersebut, diantaranya menjaga jarak pembelian, memakai masker dan pembersih tangan sebelum bertransaksi.

Pengerahan damkar berikut penyemprotan untuk membubarkan masa tersebut dilakukan jika selama tiga kali bentuk teguran berupa pembinaan dan teguran tertulis tidak diindahkan baik oleh pedagang maupun warga yang bekerumun diluar ketentuan new normal.

Mengenai tindakan tegas tersebut salah seorang pedagang alun alun Ngawi menuturkan meskipun berat namun akan mematuhi ketentuan dari SE Bupati, hanya penggunaan armada damkar dirasa berlebihan.

“Meski terasa berat terkait jam jualan namun kami berusaha untuk mematuhinya, hanya saja perlu waktu untuk adaptasi, termasuk penggunaan damkar untuk membubarkan pembeli yang tidak patuh terasa berlebihan,” kata Kamto.

Meskipun tidak serta merta dilakukan diawal pelaksanaan new normal 1 Juli, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, memastikan jika langkah tersebut harus dilakukan jika sudah beberapa kali di tegur masih juga membandel.

“Kita tidak melarang orang bekerumun, namun berapapun jumlahnya harus tetap menjaga jarak, kalau mereka tidak menghiraukan ketentuan seperti mengenakan masker, ya terpaksa harus kita basahi,” kata Budi Sulistyono.

Sementara itu di sejumlah titik sekitar alun alun kota, yang menjadi langganan warga bergerombol dan pusat jajanan sebagian besar masih belum menerapkan standar new normal, hanya suasanya kini terlihat sepi dari para pengunjung dan pembeli.

Jurnalis:  Ahmad Hakimi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version