SKI News

Bupati Madiun : KDKMP dan MBG Jadi Sarana Pemberdayaan Masyarakat

Published

on

BUKA SEMINAR: Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI Budiman Sujatmiko, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Ketua Umum DPP Papdesi Wargiyati saat membuka seminar nasional. (Foto Agus Basuki)

Suarakumandang.com, BERITA MADIUN. Seminar Nasional “Tema Peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam Meningkatkan Perekonomian Desa dan Pengentasan Kemiskinan”.

Sekaligus Pengukuhan Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP PAPDESI), di Pendopo Ronggo Jumeno Caruban, Kamis (13/8/2026).

 Turut dihadiri Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sujatmiko, Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal RI, Yandri Susanto (via zoom), Ketua Umum DPP Papdesi, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun Purnomo Jadi dan lainnya.

 “Bagi Kabupaten Madiun dapat menjadi tempat terselenggaranya kegiatan strategis tersebut. Sekaligus menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai peran KDKMP dan Program MBG dalam memperkuat perekonomian desa dan mengentaskan kemiskinan,” ujar Hari Wuryanto.

Ia mengatakan dalam mendukung pelaksanaan KDKMP ini, ada beberapa hal telah dilakukan dengan memfasilitasi persiapan dan indentifikasi lahan. Pembangunan gedung KDKMP di Kabupaten Madiun, sejumlah 185 desa menggunakan lahan Tanah Kas Desa (TKD).

 Lalu, sejumlah 12 desa/kelurahan menggunakan lahan milik pemda, sejumlah 9 desa menggunakan lahan perhutani, 2 desa tidak memiliki TKD, serta 1 desa melakukan tukar menukar TKD.

 Progres pembangunan KDKMP di Kabupaten Madiun telah dinyatakan selesai 100 persen, sejumlah 104 desa/kelurahan tahapan, 97 desa belum selesai dibangun, dan 5 desa menunggu izin perhutani.

Untuk sarana dan prasarana yang telah diterima KDKMP, diantaranya 102 unit truk, 86 unit rak gondala, 400 unit AC, mebel untuk 72 gerai, 204 unit kendaraan roda tiga, dan 80 unit kendaraan pik up, serta beberapa fasilitas lainnya”, jelas Bupati.

Sementara itu, operasional SPPG di Kabupaten Madiun sejumlah 56, masih tahap persiapan terdapat 3 SPPG,  dengan jumlah relawan 2.612 serta 158.841 penerima manfaat.

Harapan KDKMP dan MBG tersebut, nantinya tidak hanya menjadi sebuah lembaga ekonomi. Tapi juga mampu menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang usaha dan mendorong tumbuhnya potensi ekonomi di desa,” ujar Bupati Madiun lagi.

Terpisah, Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan RI, Budiman Sujatmiko mengatakan terkait program MBG selama ini banyak mendapatkan kritik, padahal tujuan utama program mengatasi masalah gizi buruk dan menurunkan angka stunting di Indonesia.

Dilakukan melalui penyediaan makanan sehat bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Selain itu dapat menggerakkan ekonomi lokal, dengan Melibatkan UMKM, petani, peternak, dan nelayan setempat sebagai penyedia rantai pasok bahan pangan.

Menurutnya, untuk suplai beras, telur, sayur dan bahan-bahan yang digunakan harus sesuai standar. “Begitu juga KDMP memiliki tujuan positif untuk perekonomian masyarakat,” ujar Budiman Sujatmiko lagi.*…

Jurnalis: Agus Basuki.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version