SKI News

Bukan Sekadar Menjalani Hukuman, Warga Binaan Rutan Ponorogo Kini Beternak Ayam dan Lele

Published

on

Warga binaan Rutan Kelas IIB Ponorogo merawat ayam di kandang peternakan terintegrasi, Kamis (9/9/2026). Program ini menjadi bagian pembinaan keterampilan sekaligus upaya mendorong kemandirian warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

Suarakumandang.com, BERITA PONOROGO.Masa pembinaan bukan penghalang untuk berkarya. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo membekali warga binaan dengan keterampilan peternakan terintegrasi berupa budidaya ayam dan ikan lele. Program ini diharapkan menjadi modal ilmu bagi mereka untuk bekerja atau merintis usaha setelah bebas.

Program tersebut mendapat dukungan Yayasan Titian Harapan melalui bantuan kandang ayam berkapasitas hingga 800 ekor. Menariknya, bagian bawah kandang dimanfaatkan sebagai kolam ikan lele sehingga aktivitas peternakan dan perikanan dapat berjalan dalam satu sistem terpadu.

Sisa pakan dan kotoran ayam direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi ikan lele. Sementara itu, air bekas kolam lele berpotensi dimanfaatkan untuk pupuk dan pengairan tanaman sayuran.

Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, M Agung Nugroho, mengatakan warga binaan bakal dilibatkan langsung dalam perawatan kandang ayam dan pengelolaan budidaya lainnya, terutama mereka mendekati masa bebas.

“Yang merawat memang warga binaan. Mereka akan kami libatkan, terutama warga binaan yang mendekati bebas. Tujuannya ketika kembali ke rumah masing-masing, mereka sudah memiliki keterampilan,” jelasnya.

Melalui program tersebut, warga binaan tidak sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pembinaan. Mereka mendapat pengalaman praktik sebagai bekal untuk membangun kehidupan lebih mandiri saat kembali ke masyarakat.

Anggota Yayasan Titian Harapan, Retnaning Tyas, berharap program pendampingan dan bantuan peternakan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Harapan kami kegiatan, pendampingan atau bantuan ini berkelanjutan terus-menerus. Sehingga saat mereka keluar, tidak lagi malu dan susah, tetapi bisa mendapatkan hidup lebih bermartabat dan bermakna,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, turut mendukung program peternakan terintegrasi di Rutan Ponorogo.

Program tersebut diharapkan menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa hukuman.

Dengan bekal ilmu dan pengalaman praktik, mereka diharapkan mampu membuka usaha sendiri atau mengembangkan kegiatan produktif saat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Selain mendukung kemandirian warga binaan, hasil peternakan juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan, termasuk memasok bahan pangan bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ponorogo.

Ketua Himpunan Mitra Dapur SPPG Ponorogo, Sugeng Hariyanto, mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi anggota dapur untuk membangun rantai pasok langsung dari produsen.

“Kami akan identifikasi anggota dapur, bagaimana dapur nanti belanja langsung dari produsen-produsen yang kami koordinasikan lebih lanjut,” katanya.

Selain peternakan ayam dan budidaya lele, warga binaan Rutan Ponorogo juga mengikuti berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas selama masa pembinaan. Lebih dari itu, keterampilan peternakan menjadi bekal agar warga binaan mampu bekerja, berwirausaha, serta menjalani kehidupan lebih mandiri dan bermartabat setelah bebas.

Jurnalis: Priyam/ Adv.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version