SKI News

Awalnya, Keluarga Dikabari MD Akibat Kecelakaan

Published

on

KENANGAN TERAKHIR: Inilah foto kenangan terakhir saat almarhum Serda Ahmad Muzammil Farisa bersama sang ayah saat lagi berdinas di Jakarta. (Dok)

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Pihak keluarga anggota TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa meninggal dunia diduga akibat penganiayaan seniornya.

Awalnya, dikabari pihak Dinas Psikologi TNI AU, korban meninggal dunia akibat kecelakaan dan sudah ada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) suatu rumah sakit.

“Saya menerima telepon Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 04.00 atau jelang subuh dari instansi anak saya bertugas,” jelas orang tua korban Toni Eko Prasetyo, Minggu (13/9/2026).

Pihak Dinas Psikologi menyampaikan Serda Ahmad Muzammil Farisa telah meninggal dunia akibat kecelakaan. Selanjutnya, masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Namun, tidak lama berselang, rekan anaknya menyampaikan hal berbeda. Rekan korban memberi tahu bahwa korban meninggal dunia akibat dianiaya beberapa seniornya.

“Atas kabar itu, saya dan istri jelas terkejut serta shock. Mengapa bisa begitu ? Kok, teganya mereka aniaya hingga meninggal dunia,” ujar Toni juga Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Madiun ini.

Beberapa jam berselang, pihak keluarga mendapat informasi dari rekan-rekan korban. Penganiayaan dilakukan senior saat menyuruh agar belikan mie rebus. Tapi, korban membelikan mie goreng, sehingga 4 seniornya murka.

Mendengar itu, pihak keluarga pasrah dan berharap proses hukum bagi penganiaya. Lalu, berharap TNI AU transparan hingga sidang pengadilan nanti.

Dilaporkan, usai otopsi selesai dengan temuan sejumlah luka memar dibeberapa bagian tubuh korban. Jenazah korban tiba dirumah duka Jum’at (11/9/2026) sekitar pukul 00.30.

Jenazah sempat disemayamkan sejenak, untuk diberikan kain kafan tambahan dan disalatkan. Berikutnya, pukul 02.00, jenazah dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan.

Ia mengatakan sebelumnya saat tengah bersama Bupati Madiun Hari Wuryanto acara di Jakarta, sempat bertemu dengan sang anak.

“Saya sempat bertemu, sebelumnya janjian dan dia menyanggupi. Pertemuan di hotel, saya tidak ada firasat aneh atau ganjil,” ujarnya lagi.

Ada satu hal tidak biasa dilakukan sang anak sudah 2 tahun berdinas di TNI AU ini.

“Dia sering minta foto dengan saya, padahal hal itu tidak pernah dilakukan sejak berdinas,” ujarnya sembari mengenang.**.

Jurnalis: Agus Basuki.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version